Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Yen Diakhir Sesi Asia 11 September Lemah Oleh Sentimen Moneter BoJ

yen2-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Yen Jepang tetap bertahan di teritori negatif sepanjang sesi Asia hari ini (11/9) meski data positif ditunjukan pada estimasi perkembangan manufaktur (BSI Large Manufacturing) untuk kuartal ketiga akan tumbuh. Sentimen moneter lebih mendominasi melemahkan?Yen? di mana BoJ saat ini kurang percaya diri terhadap efektivitas pelonggaran moneter akan mengangkat target inflasi 2% sehingga memicu spekulasi bank sentral akan menambah atau membuat program pelonggaran yang baru untuk tetap optimis pada target tersebut.

Di awal pekan dewan Bank of Japan anggota (BOJ) Takahide Kiuchi? mengatakan ?Inflasi Konsumen, tidak mungkin mencapai 2 persen bahkan di fiskal 2017?. BoJ juga tampaknya cemas dengan gejolak perekonomian Tiongkok akan mengganggu kinerja persaingan ekspor Jepang serta kemerosotan harga minyak dunia mengacaukan target inflasi.

Beberapa pejabat penting lainnya juga bernada sama atau akan berupaya dengan kebijakan baru, seperti yang dikatakan Perdana Menteri Abe berjanji untuk memangkas beban fiskal. Pada ruang data yang terbaru juga menunjukan sentimen negatif bahwa PDB kuartal kedau terkontraksi -0.3%? dan orderan mensin (Machinery Orders) Agustus? masih negatif -3.6%. Pasar mencerna data tersebut merupakan fundamental bearish.

Terpantau saat ini pada pair USDJPY bergulir di kisaran 120.75, terhitung sepekan ini Yen melemah terhadap dollar AS sejak pembukaan 119.26. Pada perdagangan kemarin pair USDJPY ditutup bulis dari pembukaan 120.47 dengan capaian tinggi 121.32 dan rendah 119.97.

Tidak ada arahan data fundamental Jepang akan dirilis hingga akihir sesi Eropa pada hari ini, namun sentimen pasar tengah berfokus pada rencana moneter Bank Sentral Jepang. Pasar sudah mengantisipasi pada pidato Kuroda minggu depan akan menyinggung pelonggaran lebih lanjut.

Di waktu terdekat data PPI Amerika Serikat serta survei konsumen dari University of Michigan akan meberi volatilitas pada USDJPY. Selain itu agenda kalender ekonomi Tiongkok akan memberi arahan pada hari minggu mendatang.

Secara teknikal, Analyst Vibiz Research Center melihat pergerakan bullish USDJPY pada trend bullish pekan ini. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya diperkirakan jika data AS memberi sentimen positif pada dollar maka pair ini berpotensi menguji resisten di kisaran 121.50. Namun bila data AS memberi sentimen negatif pada dollar AS? maka USDJPY berpotensi menguji support terdekat di kisaran 120.50 hingga 120.14.