Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Yahoo Tumbang

yahoo-insiders-are-so-fed-up-with-marissa-mayer-that-theyve-apparently-come-up-with-a-snarky-nickname-for-her

Rifanfinancindo – Semarang,?Dijualnya Yahoo ke Verizon pasti memunculkan berbagai imbas. Entah dari level pimpinan, karyawan atau mungkin dampaknya sampai ke Anda, pengguna setia Yahoo.

Sayangnya, pihak Yahoo atau Verizon sejauh ini masih belum berbicara banyak seputar perubahan yang bakal terjadi terhadap produk Yahoo yang digunakan pengguna.

Namun dalam berbagai pernyataan, Verizon menegaskan bakal tetap mempertahankan brand Yahoo. Terlebih brand sang pionir di jagat internet ini diyakini masih punya loyalitas pelanggan yang tidak sedikit.

Detroit News juga melansir jika perubahan besar-besaran diyakini belum akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Ya, setidaknya ketika proses transisi di antara Yahoo dan AOL ? layanan internet milik Verizon ? dilangsungkan.

CEO Yahoo Marissa Mayer pun masih akan memimpin Yahoo dalam periode transisi. Termasuk membantu integrasi bisnis Yahoo dan AOL ke dalam satu payung bisnis mobile dan online digital. Namun tidak bisa dipastikan nasib Mayer setelah proses transisi rampung.

Email Yahoo

Analis eMarketer Paul Verna menilai, layanan email Yahoo tak akan serta merta dimatikan. Sebab, ini merupakan layanan online Yahoo yang masih seksi di mata pengguna.

Di Amerika Serikat misalnya, email Yahoo jadi populer kedua setelah Gmail milik Google. Popularitas tinggi pun masih dipegang Yahoo Mail di Eropa dan Amerika Latin.

“Karena itu akan sangat masuk akal jika Verizon mempertahankan brand tersebut (email Yahoo),” ujar Verna.

Apa yang dilakukan Verizon saat mengakuisisi AOL senilai USD 4,4 miliar pada Mei 2015 silam juga bisa menjadi pegangan. Dimana saat itu, pengguna email AOL tak perlu direpotkan untuk mengganti alamat email mereka. Bahkan, Verizon memberi tambahan kapasitas bagi pengguna email AOL.

Jadi, analis dari Outsell Randy Giusto meyakini jika Verizon selaku pemilik baru Yahoo tak akan membuat strategi yang ‘bodoh’ dengan mengorbankan 225 juta pengguna layanan email Yahoo. Ya, setidaknya dalam waktu dekat.

Sebab, jika melihat ke belakang, Yahoo dan Google pernah punya rekam jejak mematikan layanan mereka meski masih memiliki jutaan pengguna. Alasannya sederhana, tidak sesuai dengan strategi perusahaan.

Namun Giusto memprediksi, Verizon butuh waktu untuk membuat perubahan di layanan Yahoo, termasuk untuk menggenjot properti baru.

Yahoo Sports, Finance dan Tumblr

Produk lain yang juga dipercaya tak bakal dimatikan adalah layanan konten Yahoo Finance dan Sports. Dua layanan ini masih tinggi menyumbang trafik bagi Yahoo.

Di sisi lain, salah satu misi Verizon ketika meminang Yahoo adalah untuk memperkuat platform media dan periklanan digital mereka. Dimana trafik tinggi sangat berperan di sini.

Mike McCormack, analis dari Jefferies mengungkapkan, dalam sebulan, Yahoo bisa meraup 1 miliar pengguna aktif, termasuk di dalamnya 600 juta pengguna mobile. Angka-angka itu tentu jadi faktor penting ketika menyodorkan properti iklan digital.

CEO Yahoo Marissa Mayer.

Sementara untuk Tumblr, kemungkinan bisa jadi sebuah pengecualian. Yahoo sebelum akuisisi ini terjadi masih berhitung soal nasib Tumblr. Terutama soal imbas dari anjloknya valuasi layanan blog tersebut.

Setelah dibeli Yahoo senilai USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun pada tahun 2013 silam, Tumblr justru kepayahan. Dalam laporan keuangan terbarunya, Yahoo memutuskan melakukan pemangkasan nilai Tumblr sebesar USD 482 juta. Padahal Februari lalu, nilai Tumblr juga sudah diturunkan Yahoo sebesar USD 230 juta.

Dikutip Rifan Financindo?dari Business Insider, Yahoo tampaknya sudah tidak terlalu menganggap Tumblr. Pendapatan dan cash flow Tumblr mereka prediksi makin anjlok di masa depan.

“Tumblr sepertinya akan menjadi akuisisi teknologi terburuk dekade ini dan menggambarkan seperti apa kepemimpinan Mayer sebagai CEO,” kata Scott Galloway, profesor marketing di New York University.

Scott menilai kalau sedari awal, Yahoo membeli Tumblr terlalu mahal. Saat dibeli tahun 2013 itu, Tumblr dalam situasi mengalami rugi. Tumblr juga memiliki citra buruk karena banyak blog bernuansa mesum. Itu membuat pengiklan enggan berpromosi melalui Tumblr.

Datang di saat kondisi Yahoo tidak baik, Marissa Mayer tak gentar. Wanita cantik ini optimistis dengan setiap langkah yang dilakukannya.

Kalau CEO sebelum Mayer terbiasa membuat strategi atau menyetujui strategi yang diajukan ke mereka, tidak demikian dengan Marissa. “Dialah CEO, yang di hari pertamanya bekerja, menyetting sendiri komputernya untuk coding,” kata penulis investigatif Business Insider Nicholas Carlson dalam bukunya Marissa Mayer and the Fight to Save Yahoo.

Saat pergantian tahun 2013 ke 2014 bergulir, Mayer merefleksikan satu setengah tahun pertamanya di Yahoo. Wanita cantik yang sebelumnya dikenal cemerlang di Google ini memulai dengan momentum yang hebat.

Dia memperbaiki kultur Yahoo. Meningkatkan transparansi perusahaan dengan FYI, pertemuan rutin seluruh karyawan setiap Jumat. Makanan dan ponsel gratis meningkatkan moral. Larangan bekerja dari rumah melejitkan produktivitas. Yahoo mengubah semua lini produknya, bahkan memenangkan penghargaan dari Apple. Mayer pun merekrut tim yang bisa dia banggakan.

Gagal dengan Cepat

Namun sinar yang dihadirkan Mayer sejak kedatangannya ke Yahoo dengan cepat meredup. Setelah satu setengah tahun pertamanya di Yahoo muncul berbagai masalah.

Moral karyawan kembali menyusut akibat kekacauan proses penilaian karyawan dengan sistem QPR. Yahoo gagal menjual iklan yang selama ini menjadi sumber keuntungannya. Pionir di industri internet ini juga tidak memiliki produk baru yang fenomenal.

Pada tahun 2012, Mayer mencoba membawa Yahoo ‘kembali ke masa depan’ dan menentukan kembali tujuan aslinya. Dia percaya awal-awal internet mobile sulit digunakan dan Yahoo bisa membuatnya menjadi mudah.

Yahoo, di bawah kepemimpinan Mayer, memang bekerja super keras terutama memperkuat divisi internet mobilenya. Namun di luar mereka, ada perusahaan seperti Apple dan Google yang menyelesaikan persoalan internet mobile dengan jauh lebih baik. Yahoo tertinggal.

“Apple memecahkan masalah itu dengan iPhone dan Google dengan Android-nya,” kritik Carlson seperti dikutip Rifan Financindo?dari bukunya, Selasa (26/7/2016).

Yahoo juga menderita karena ketidakmampuan Mayer merekrut eksekutif berbakat. Sangat sering orang mendapatkan posisi di Yahoo bukan karena Mayer mencari mereka, melainkan karena mereka yang mencari Mayer dan menawarkan diri kepadanya. Tiga rekrutan terpentingnya, CFO Ken Goldman, COO Henrique De Castro dan CMO Kathy Savitt bergabung ke Yahoo dengan cara seperti ini.

Karena kesulitan merekrut orang yang sesuai, dia mengerjakan banyak pekerjaan yang bukan menjadi alasan perekrutannya. Sebagai CEO Yahoo, Mayer juga harus belajar hal lain yang tidak sama dengan apa yang sukses dilakukannya selama 13 tahun di Google, dan ini di luar dugaan dia.

Misalnya, wanita berambut pirang ini harus belajar sistem keuangan untuk menyelamatkan saham Yahoo. Karena pertanggungjawaban Mayer tak hanya kepada para karyawannya di Yahoo tetapi para pemegang saham. Hanya satu hal yang dipedulikan para pemegang saham, yakni harga saham naik.

Mayer juga melakukan pekerjaan eksekutif media dan mengurusi bisnis periklanan. Takdir Yahoo bergantung pada pemahaman Mayer terhadap industri ini. Karena harus melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya, Mayer justru tak mampu mengerjakan keahlian yang selama ini membuatnya tampil cemerlang, yaitu mengembangkan produk.

Gaya kepemimpinan Mayer pun menuai kritikan. Sosok yang semula dibangga-banggakan sebagai penyelamat Yahoo ini, di kemudian hari dinilai sebagian orang yang kecewa padanya sebagai pengatur, menghambat dan diktator.

Beberapa karyawan menyebut Mayer sebagai Evita, merujuk pada Evita Peron atau Eva Peron, istri kedua mantan Presiden Argentina Juan Peron. Tentu tidak salah menyamakannya dengan Evita yang cemerlang dan berkuasa. Sayangnya julukan ini bukan bermakna baik, melainkan lebih menganggap Mayer haus pamor dengan kekuasaannya.

Tak Bisa Diselamatkan

“Yahoo, siapa pun CEO-nya, tidak bisa diselamatkan,” tegas Carlson menutup bagian akhir bukunya. Mayer bukan sosok cemerlang pertama yang mencoba menyelamatkan Yahoo.

Mulai dari Jeff Mallet, Terry Semel, Jerry Yang, Sue Decker, Carol Bartz dan kini Marissa Mayer, semua adalah orang terkenal di balik Yahoo yang berakhir dengan kegagalan.

Sebelum gilirannya sebagai pucuk pemimpin Yahoo, Terry Semel sudah sangat dikagumi oleh eksekutif media. Sebelum eranya, Carol Bartz adalah rekrutan unggulan karena kinerjanya yang mengesankan di Sun Microsystem dan Autodesk.

Sebelum mengambil posisi sebagai CEO, Jerry Yang selalu menjadi co-founder kesayangan. Sebelum promosinya, Sue Decker dianggap pahlawan karena ketegasannya dengan Wall Street dan kewaspadaannya di ruang rapat. Demikian juga Mayer, dengan segudang prestasinya di Google dan keahliannya dalam pengembangan produk dan sifat perfeksionisnya dalam urusan desain.

“Setelah itu, mereka semua menjadi pengemis dalam industri ini, dihina secara luas dan kadang dengan tidak adil karena gagal mengembalikan Yahoo ke masa kejayaannya,” tutup Carlson.