Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Wow! Indeks Saham China Melonjak 100% Dalam 5 Bulan

Closing Hang Seng index is displayed inside trading hall of Hong Kong Stock Exchange

Rifan Financindo Berjangka -Bursa saham China boleh jadi primadona investasi tahun ini. Salah satu indeks sahamnya berhasil naik hingga 100% hanya dalam waktu kurang dari 5 bulan.

Indeks Komposit Shenzen kemarin ditutup naik 3,6%. Jika dilihat dari awal tahun sampai kemarin (year to date/ytd) indeks acuan ini sudah melonjak 104,24%.

Lonjakan indeks saham di Negeri Tirai Bambu itu membuat penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,8% ytd, seperti rumah tapak yang berdiri di samping gedung pencakar langit.

Indeks saham China lainnya juga ikut melesat, yaitu Indeks Komposit Shanghai sebesar 51,82%. Sedangkan Indeks Hang Seng di Hong Kong tumbuh 20%.

Indeks Shanghai dan Hang Seng didominasi oleh saham-saham blue chip yang harganya cukup mahal, sementara Indeks Shenzen memuat banyak saham perusahaan teknologi dan telekomunikasi siap berkembang yang harganya masih murah.

Saham-saham di China sudah melonjak tinggi setelah pemerintah mengumumkan rencana menggenjot investasi asing melalui skema kerjasama dengan Bursa Saham Hong Kong.

Program ini sebelumnya sudah dilakukan oleh Bursa Shanghai dan Hong Kong. Menurut Analis Macquarie China, Larry Hu, ada sekitar 1.000 perusahaan investasi yang bisa berpartisipasi di program ini.

“Perkembangan ekonomi China akhir-akhir ini sudah mulai searah dengan prediksi kami, dan semuanya akan membaik di kuartal kedua,” kata Hu, seperti dikutip dari CNN, Rabu (26/5/2015).

Dengan adanya program ini, diprediksi akan ada 170.000 pembukaan akun investor saham baru di China setiap hari, meningkat 10 kali lipat dari rata-rata tahun lalu.

Pasar saham China memang sudah melihat pertumbuhan yang luar biasa tahun ini, berbanding terbalik dengan ekonominya yang melambat, hanya tumbuh 7%.

(ang/dnl)