Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Waspada, Uang Palsu Beredar Di Jawa Tengah

7663b570-0b54-4c43-a9ad-a0f96885e7c3Rifan Financindo Berjangka -?Memasuki bulan Ramadan, permintaan penukaran uang meningkat sehingga masyarakat perlu mewaspadai peredaran uang palsu yang memanfaatkan meningkatnya kebutuhan uang baru.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah mencatat, hingga bulan Juni ini sudah belasan ribu lembar uang palsu yang diamankan.

Kepala KPw BI Provinsi Jateng, Iskandar Simorangkir mengatakan, pada triwulan kedua tahun 2016 atau bulan Juni, saat ini setidaknya sudah ditemukan dan dilaporkan adanya uang palsu dengan total 12.197 lembar dari berbagai daerah.

“Uang palsu yang ditemukan dan dilaporkan ke Bank Indonesia di Jawa Tengah ada 12.197 lembar,” kata Iskandar, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/6/2016).

Pecahan yang paling banyak dipalsukan yaitu Rp 50.000 yaitu sebanyak 53% atau 6.340 lembar, jika itu uang asli maka nilainya Rp 317 miliar. Kemudian pecahan Rp 100.000 sebanyak 44% atau 5.616 lembar, jika uang asli maka senilai Rp 561,6 miliar.

“Dibanding tahun lalu, terjadi peningkatan 6%,” tandas Iskandar.

Meski ada peningkatan jumlah uang palsu, namun rasio perbandingannya antara uang palsu dan uang yang beredar cukup kecil yaitu 5:1 juta karena uang yang beredar pun meningkat.

“Memang (uang palsu) meningkat, tapi rasionya kecil,” tegasnya

Oleh sebab itu, BI membuka akses penukaran uang untuk mempermudah masyarakat agar tidak tertipu dengan uang palsu. Di Semarang, KPw BI Provinsi Jawa Tengah membuka loket khusus di kantornya tanggal 20 sampai 30 Juni 2016. Waktu penukaran yaitu pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB dan dibatasi 800 orang per hari.

“Dengan perbankan akan membuat penukaran bersama di area parkir Timur Wonderia Semarang tanggal 27 sampai 30 Juni pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Ada beberapa bank di sana,” tandasnya.

Iskandar mengimbau, masyarakat lebih baik menukar uang ke bank dan jangan melalui calo yang sering ada di pinggir jalan. Hal itu karena dikhawatirkan terselip uang palsu atau jumlahnya yang tidak sesuai.

“Tukarkan saja ke BI, jangan calo, risiko uang kurang atau palsu,” imbau Iskandar.