Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Waspada, Sering Pakai Smartphone dan Tablet Bisa Bikin Pikun

092846800_1462868053-10-Tanda-Anda-Sudah-Mulai-PikunRifan Financindo Berjangka -?Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa penggunaansmartphone dan tablet secara berlebihan rupanya dapat memperpendek daya ingat manusia.

Studi yang dilakukan oleh Professor Geoff Kaufman ini menjelaskan bahwa penggunaan perangkat multimedia bisa mengubah cara otak manusia bekerja, memaksanya bekerja lebih?keras saat memproses sebuah informasi. Hal tersebut membuat kinerja otak manusia melemah dan menjadi pikun.

Seperti dilansir Mirror, Selasa (10/5/2016), pria yang juga menjadi dosen di Carnegie Mellon University?Pennsylvania ini mengatakan, melihat layar smartphone dan tablet juga dapat merusak fokus penggunanya.

“Melihat detail yang terpampang di layar(smartphone dan tablet) justru dapat merusak fokus penggunanya daripada melihat sebuah gambar besar. Kalau manusia melihat gambar yang lebih besar dari sebuah media lain–tidak dibentuk dalam layar smartphone,–tentubisa beda ceritanya,” kata Kaufman.

“Melihat gambar yang lebih besar bisa bikin otak lebih fleksibel, Anda pun bisa jadi kreatif dan logis saat mengatasi sebuah masalah.”

Kaufman juga telah melakukan uji coba kepada pengguna smartphone kala mereka menerima informasi yang sama dari perangkat multimedia dan juga media cetak.

Uji coba tersebut melibatkan remaja dewasa berusia 20-24 tahun membaca cerita pendek, menjawab beberapa pertanyaan tertulis dan membedakan model mobil menggunakan dua media yang berbeda, yaitu tablet dan kertas.

Terbukti, orang yang lebih dulu mengerjakan tugas tersebut di atas kertas mampu menyelesaikan lebih cepat ketimbang yang mengerjakannya di tablet. Uji coba ini mendukung pernyataan Kaufman bahwa perangkat multimedia sejatinya tidak dapat menyampaikan informasi dengan cepat ke penggunanya.

“Sekarang tugas kita bagaimana ingin mengajak pengguna apakah lebih nyaman memproses informasi lewat digital atau non digital,” ia melanjutkan.