Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Waspada Ring Jantung | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,?Pemasangan ring (cincin) atau stent merupakan prosedur yang biasa dilakukan untuk membuka arteri koroner yang tersumbat dan memulihkan aliran darah jantung. Penyumbatan itu pada umumnya dipicu oleh penumpukan plak atau lemak darah.

Setelah dipasang ring, risiko serangan jantung karena pembuluh darah tersumbat dapat dihindari.

Lantas, apakah pasien akan bebas dari penyempitan maupun penyumbatan pembuluh darah jika sudah pasang ring jantung?

Ahli jantung dari Rumah Sakit Medistra Jakarta, Prof. Dr. dr. Teguh Santoso, SpPD-KKV, SPJP mengatakan, risiko penyempitan berulang tetap ada. Namun, kemungkinannya sangat kecil tergantung ringjantung yang digunakan dan gaya hidup pasien.

Jika menggunakan ring tak bersalut obat atau bare metal stent (BMS), kemungkinan terjadinya penyempitan kembali atau restenosis sebesar 15-20 persen. Sementara itu, jika menggunakan ring bersalut obat atau drug-eluting stent (DES), risiko penyempitan akan lebih kecil dibanding BMS.

“Obat dari stent menghambat hiperplasia neointima (pembentukan kerak) sehingga risiko penyempitan kembali lebih kecil,” kata Santoso di RS Medistra Jakarta, Senin (15/8/2016).

Bahkan jika menggunakan DES generasi terbaru, kemungkinan penyempitan maupun penyumbatan kembali semakin kecil dibanding DES generasi pertama. Santoso mengungkapkan, DES generasi baru lebih tipis dari generasi lama.

Menurut Santoso, sejauh ini pemasangan ring jantung hasilnya sangat baik. Pasien bisa kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa dalam waktu hanya sehari setelah pasang ring jantung.

Mencegah sumbatan berulang

Setelah memasang ring jantung, pasien biasanya diberi obat pengencer darah untuk memperlancar aliran darah. Namun, Santoso mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat dan kontrol kesehatanjantung untuk mencegah terjadi sumbatan berulang atau bahkan muncul penyempitan pembuluh darah di lokasi baru.

Gaya hidup sehat yang dianjurkan antara lain menghindari rokok dan jangan terlalu banyak makanan berlemak tinggi. Santoso mengungkapkan, banyak orang usia muda terkena penyakit jantungkoroner karena kebiasaan merokok.

Selain itu, rutin olahraga maupun bergerak lebih aktif dan kontrol kesehatan secara berkala, seperti cek tekanan darah, kadar Kolesterol, dan gula darah.

Pemasangan cincin (ring) atau dikenal juga dengan stent merupakan metode pengobatan yang umum dilakukan untuk pasien jantung koroner. Stent berfungsi untuk menopang pembuluh darah agar tetap lebar, sehingga aliran darah lancar atau tidak tersumbat.

Dengan kemajuan teknologi kedokteran, jenis stent yang bisa digunakan ternyata semakin beragam. Salah satu pemasangan stent terbaru adalah bioresorbable vaskular scaffold (BVS).

Prof. Dr. dr. T Santoso, SpPD-KKV, SPJP menjelaskan, BVS berbahan polilaktid, tidak seperti stent pada umumnya yang berbahan metal.

“BVS bahannya bukan metal. Lama-kelamaan bisa hilang di pembuluh darah karena larut secara alami,” jelas Santoso di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Dalam waktu 6 bulan, BVS akan mulai larut secara perlahan menyusul perbaikan aliran darah. Kemudian, dalam waktu 2-5 tahun sudah tidak terlihat di pembuluh darah.

Dengan tidak menggunakan bahan metal yang tertanam di pembuluh darah, BVS juga menurunkan risiko peradangan dan gumpalan darah.

“BVS juga menurunkan risiko terjadi penyempitan lagi atau pengerakan akibat patahnya kerangka stent dan mengembalijan fungsi alami pembuluh darah karena tidak ada metal ” kata Santoso.

Selain itu, dokter juga akan lebih mudah melakukan intervensi ulang jika kembali ada masalah dengan pembuluh darah.

Menurut Santoso, BVS sangat ideal digunakan oleh pasien jantung yang masih muda, karena tidak meninggalkan bahan metal di pembuluh darah. BVS pun dapat digunakan untuk kasus penyempitan pembuluh darah yang panjang dan berkelok-kelok.