Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Waspada, Aplikasi Gay Merajalela ! | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Bareskrim Mabes Polri menemukan ada 18 aplikasi yang digunakan kelompok gay untuk berinteraksi. Meski begitu, data yang dimiliki Mabes Polri langsung dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) untuk ditindaklanjuti.

“Data sudah disampaikan, seminggu yang lalu,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya saat dikonfirmasi, Senin (12/9/2016).

Meski telah mengantongi data mengenai 18 aplikasi interaksi khusus gay tersebut, Agung memilih untuk tak menjelaskannya lebih jauh karena telah menyerahkan semua informasi dari hasil penyelidikan ke Kominfo.

Agung juga mengatakan pihaknya juga belum mendapatkan informasi apakah aplikasi tersebut telah diblokir oleh kementerian yang berwenang. Apabila hingga saat ini aplikasi tersebut masih beredar di Play Store dan Apple Store, Agung beranggapan masih ada beberapa hal yang harus dikoordinasikan Kemenkominfo dengan pihak terkait.

“Mungkin ada langkah yang harus dilengkapi. Tapi kan saya minta (informasi mengenai 18 aplikasi) dikaji, pengkajiannya itu di mana, diserahkan ke Kemenkominfo,” kata Agung

“Di cek lagi saja, Kominfo tentunya lebih tahu aplikasi yang seperti apa,” tutupnya.

Satu aplikasi yang baru diketahui namanya adalah Grindr. Aplikasi tersebut tersedia di Google Play Store dan telah diunduh oleh 10 juta pengguna di seluruh dunia. Hingga saat ini aplikasi tersebut masih bisa diakses oleh para pengguna Android.

Temuan Bareskrim Mabes Polri terhadap 18 aplikasi khusus gay mendapat perhatian khusus dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait usulan pemblokiran ke-18 situs tersebut.

“Ditjen Aplikasi informatika akan buat pertemuan-pertemuan dengan para stakeholder, baik dari kementerian atau lembaga terkait, juga dari kalangan organisasi kemasyarakatan dan agama, serta penggiat sosial masyarakat,” ujar Plt Humas Kemenkominfo Nooriza saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (12/9/2016) malam.

Dia mengatakan pertemuan dengan para stakeholder ini akan dilakukan dalam waktu dekat. “Rencana pertemuan akan dilaksanakan pekan ini,” kata Nooriza.

Dalam pertemuan tersebut, para stakeholder akan melihat apakah pemblokiran 18 aplikasi tersebut sudah sesuai dengan aturan yang ada di Indonesia. Pendapat dari seluruh institusi yang ada dalam pertemuan itu juga akan dipertimbangkan.

“Nanti stakeholder tersebut akan melihat aspek regulasi dan koridor peraturan yang ada, mempertimbangkan aspirasi, pendapat dan masukan dari para stakeholder dalam pertemuan,” jelasnya.

“Selain itu (pertemuan) dimaksudkan untuk mengambil justifikasi atau penilaian terhadap masukan-masukan yang telah menjadi agenda bahasan,” sambung Nooriza.

Sebelumnya Menkominfo Rudiantara mengatakan mengaku siap memblokir 18 aplikasi itu.

“Kalau itu kan, kalau sudah ada kriterianya dan kalau memang itu meresahkan masyarakat, bisa kok (diblokir). Dan kita punya panel untuk bahas itu,” kata Rudiantara di komplek Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Jumat (9/9).

Rudi mengaku sampai saat ini belum ada permintaan dari Bareskrim untuk memblokir 18 aplikasi gay itu. Namun, bila permintaan sudah ada, Menkominfo siap melakukan penindakan.

“Saya gak tahu (sudah ada permintaan dari Bareskrim atau belum), mungkin ke kantor saya ya. Tapi kalau saya kan kalau Kapolri udah bilang begini-begini, saya terbuka dengan Kapolri. Biasa Kapolri telepon saya kalau ada apa-apa. Kalau memang Bareskrim udah keluarkan permintaan, ya kita tindak lanjuti. Namanya juga memberikan rasa aman untuk masyarakat,” tegasnya.