Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Wall Street Lesu | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo – Semarang,?Bursa saham di Amerika Serikat (AS) atau sering disebut Wall Street ditutup turun pada perdagangan Rabu sore waktu setempat atau Kamis (15/5/2016) pagi waktu Indonesia bagian barat.

Indeks Dow Jones turun 0,18 persen, indeks S&P 500 turun 0,06 persen dan indeks Nasdaq Composite naik 0,36 persen.

Ada dua sebab penurunan Wall Street pada perdagangan hari ini.

Pertama, Wall Street turun akibat kegalauan investor menunggu naik tidaknya suku bunga acuan AS oleh bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed. Komentar petinggi Fed yang saling bertolak belakang menimbulkan kebingungan para investor.

“Apa yang Anda lihat adalah gambaran bahwa Fed akan benar-benar menaikkan suku bunga. Orang-orang mulai mengganti portofolio mereka,” kata Chris Zaccarelli, Kepala Investasi di? Cornerstone Financial Partners.

Penyebab kedua, harga minyak yang kembali turun membuat saham-saham sektor energi kembali anjlok.

Harga minyak turun dua persen mengikuti rilis data yang menunjukkan kenaikan stok produk minyak AS. Akibatnya, sektor energi di indeks S&P terjun 1,15 persen.

Saham Appe Menguat

Penguatan saham Apple yang signifikan tidak mampu mendorong Wall Street naik ke jalur hijau.

Saham Apple naik 3,6 persen dan mencapai puncak kenaikan tertinggi sepanjang 2016 dengan kapitalisasi pasar hingga 600 miliar, pertama kali sejak April 2016. Teknologi terbaru iPhone, diharapkan mendongkrak saham Apple.

Reli saham Apple membantu indeks sektor teknologi di S&P 500 naik 0,58 persen dan menjadikan sektor ini sektor terkuat pada perdagangan yang berakhir Kamis pagi tersebut.

Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup lesu pada perdagangan Rabu. Akibat turunnya harga minyak, dan investor bertanya-tanya soal kapan suku bunga acuan akan naik.

Spekulasi soal kapan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan, membuat saham-saham utama di Wall Street terguncang. Saat ini ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada rapat 20-21 September 2016 masih rendah.

“Yang anda lihat adalah kecilnya harapan The Fed menaikkan suku bunga acuan. Jadi orang mulai mengubah portofolionya,” kata Analis, Chris Zaccarelli, dilansir dari Reuters, Kamis (15/9/2016).

Meski begitu, saham Apple lompat 3,6% dan menyentuh tingkat tertingginya di tahun ini.

Sementara harga minyak dunia turn 2%, setelah munculnya data peningkatan produksi hasil minyak di AS. Kondisi ini membuat saham sektor energi turun.

Pada perdagangan Rabu (14/9/2016), indeks Dow Jones turun 0,18% ke 18.034,77. Indeks S&P 500 turun 0,06% ke 2.125,77. Sementara indeks Nasdaq naik 0,36% ke 5.173,77.

Ada 7 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Ini di atas rata-rata transaksi harian, sebanyak 6,5 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.