Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Wall Street Jatuh Diikuti Dengan Minyak

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Saham AS berjangka terkoreksi lemah, mengikuti kejatuhan harga minyak, sementara fokus para investor bergeser pada kesehatan ekonomi AS dan arah suku bunga The Fed, termasuk laporan nonfarm payrolls AS hari Jumat untuk mencari petunjuk seberapa sehatnya pasar tenaga kerja AS.

Indeks saham gabungan sempat dibuka menguat namun akhirnya berbalik ke teritori negatif akibat harga minyak mentah AS berjangka terjun bebesar 5% ke level $44 per barrel, paska laporan penurunan stok cadangan minyak AS yang lebih sedikit dibanding estimasi.

Di hari Jumat, para pelaku pasar akan memperhatikan data tenaga kerja periode bulan Juni yang dirilis departemen tenaga kerja AS. Nonfarm payrolls hanya tumbuh 38,000 di bulan Mei, laju terburuk sejak September 2010. Laporan bulan Juni ini dapat mengkonfirmasi apakah pelemahan nonfarm payrolls bulan lalu hanya anomaly, atau menegaskan hilangnya momentum pertumbuhan pasar kerja di AS. Pada hari Kamis kemarin, Departemen Tenaga Kerja menyatakan angka klaim tunjangan penganggur mingguan berpotensi mengindikasikan rebound pasar tenaga kerja.

Meski perbaikan nonfarm payrolls secara moderat pun dapat meyakinkan kembali para investor. Namun jika nonfarm payrolls hari Jumat dilaporkan sangat solid, belum tentu berarti bahwa tingkat suku bunga The Fed dapat naik dalam waktu dekat, karena bank sentral AS masih khawatir pada kondisi pasar global paska voting Brexit.

Terpantau sejauh ini indeks DJIA futures melemah -0.48% di level 17,746, sementara S&P500 futs turun -0.44% ke level 2,084.25

Minyak memangkas penurunan terbesar mingguan nya dalam lima bulan seiring investor membandingkan penurunan terbesar output AS sejak 2013 melawan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan stok minyak AS.

Minyak berjangka naik 1 persen di New York. Harga jatuh 4.8 persen pada hari Kamis setelah pemerintah merilis data yang menunjukkan stok minyak AS jatuh 2.2 juta barel pekan lalu, kurang dari perkiraan sebanyak? 2.5 juta barel penurunan dan 6.7 juta barel penurunan yang dilaporkan industri terdanai American Petroleum Institute. Produksi AS jatuh 194,000 barel per hari atau 2.3 persen.

Minyak telah diperdagangkan di antara harga $45 sampai $51 per barel pada bulan Juni setelah diperdagangkan hampir dua kali lipat pada bulan Februari dari level terendahnya dalam 12 tahun di tengah gangguan stok dan jatuhnya produksi minyak AS. Pemulihan harga yang terjadi membuat para produsen minyak di AS mengoperasikan kembali anjungan-anjungannya, menyebabkan spekulasi penurunan dalam produksi akan berlangsung dengan lambat.

WTI untuk pengiriman Agustus naik 45 sen ke level $45.59 per barel di New York Merchantile Exchange, dan diperdagangkan di level $45.59 pada pukul 9.59 pagi waktu Tokyo. WTI kehilangan $2.29 untuk menetap di level $45.14 pada hari Kamis, yang merupakan level terendah sejak 10 Mei. Total volume yang diperdagangkan yakni 32 persen dibawah rata-rata 100 hari. Harga jatuh 7.1 persen minggu ini, tercatat sebagai penurunan mingguan terbesar sejak Februari.

Brent untuk pengiriman September naik sebanyak 55 sen, atau 1,2 persen, ke level $ 46,95 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga turun $ 2,40, atau 4,9 persen, ke level $ 46,40 per barel pada hari Kamis. Minyak mentah patokan global ini diperdagangkan pada premium 66 sen untuk WTI bulan yang sama.