Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Wall Street Ditutup Melemah Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Fed, Kinerja Emiten Kurang Memuaskan

The Wall Street sign is seen outside the New York Stock Exchange

Rifan Financindo Berjangka – Bursa saham Ameriks ditutup melemah, indeks S & P 500 turun 0,3 persen menjadi 2,065.89 pada 04:00 di New York, setelah tergelincir singkat di bawah harga rata-rata selama 200 hari terakhir. Dow Jones Industrial Average tergelincir 41,62 poin, atau 0,2 persen, ke 17,581.43. Nasdaq Composite Index turun 0,1 persen, sedangkan Indeks Russell 2000 kehilangan 1,2 persen. Sekitar 7,2 miliar saham diperdagangkan di bursa AS, 3 persen di bawah rata-rata tiga bulan.

International Business Machines Corp (IBM) turun 4 persen ke level terendah lima tahun. Perusahaan mengungkapkan bahwa regulator sedang menyelidiki perlakuan akuntansi atas transaksi tertentu di AS, Inggris dan Irlandia.

Ford Motor Co kehilangan 5 persen setelah laba meleset dari estimasi, dan United Parcel Service Inc turun 2,9 persen karena hasil penjualan dibawah perkiraan analis. Produsen obat Pfizer Inc dan Bristol-Myers Squibb Co naik setidaknya 2,2 persen setelah proyeksi keuntungan mereka berada diatas prediksi.? Alibaba Group Holding Ltd naik 4,1 persen setelah kinerja keuangannya mengalahkan perkiraan. Yahoo! Inc, yang berencana untuk melakukan spin off saham Alibaba, naik 2,7 persen.

Apple naik 1,7 persen pada 05:09 setelah posting laba kuartalan dan penjualan yang melebihi prediksi analis. Perusahaan menjual 48 juta iPhone pada kuartal terakhir, naik 22 persen dari tahun sebelumnya.

Twitter tenggelam 11 persen di tengah perlambatan pertumbuhan pengguna. Di kuartal terakhir ini, pasar iklan terbesar di dunia ini memiliki jumlah pengguna yang tetap datar yaitu di? 66 juta? pengguna.

Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange naik 0,9 persen pada Selasa ke 15,43. Ukuran gejolak pasar yang dikenal sebagai VIX ini naik lebih tinggi untuk hari ketiga.

Delapan dari 10 industri utama yang tergabung dalam indeks S & P 500 ditutup lebih rendah untuk hari kedua, dipimpin saham-saham perusahaan-perusahaan energi. Harga minyak terus turun, terendah dua bulan sebelum data pemerintah yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah AS yang meningkat.

Consol Energy Inc anjlok 21 persen, yang paling buruk dalam tujuh tahun, pemain pemain terburuk dalam indeks S&P500. Produsen batu bara dan gas alam melaporkan kerugian kuartalan yang lebih luas dari yang diperkirakan. Chesapeake Energy Corp kehilangan 5,8 persen dan Anadarko Petroleum Corp merosot 5,4 persen sebelum hasil kuartalan. Chevron Corp. jatuh untuk hari ketiga, turun 1,2 persen, dan telah mundur dalam enam dari tujuh sesi terakhir.

Penurunan harga saham Ford adalah yang terbesar dalam lebih dari satu tahun, menghentikan reli terpanjang dalam lebih dari 17 tahun setelah hasil penjualan mobil jenis pick up berbadan aluminium F-Series memburuk. General Motors Co dan pemasok suku cadang BorgWarner Inc tenggelam 2 persen.

Saham-saham perusahaan transportasi membukukan penurunan paling tajam dalam dua bulan, terseret lebih rendah oleh penurunan lebih dari 2,9 persen pada UPS dan Union Pacific Corp. UPS jatuh paling dalam sembilan minggu akibat penurunan di divisi pengiriman darat di wilayah AS yang menyakiti penjualan kuartal ketiga . Kansas City Southern dan CSX Corp menurun setidaknya 3,8 persen.

Harga saham-saham perusahaan logistic juga mengalami penurunan di tengah kekhawatiran bahwa perlambatan kegiatan industri menyakiti permintaan kargo. XPO Logistik Inc dan YRC Worldwide Inc masing-masing turun lebih dari 10 persen. Pembuat truk juga di bawah tekanan, dengan Paccar Inc turun 6,7 persen setelah penjualan kuartal ketiga meleset dari perkiraan. Navistar International Corp merosot 19 persen ke level terendah 18-tahun. Pembuat mesin Cummins Inc turun 8,7 persen, yang paling dalam tiga tahun, setelah laba kuartalan kecewa dan perusahaan menurunkan prospek penjualan.

Sementara itu, saham Biotech memimpin kenaikan di antara perusahaan-kesehatan, Biogen Inc dan Allergan Plc naik lebih dari 5,2 persen. Pfizer dan Bristol-Myers rally setidaknya 2,4 persen. Laba Pfizer mengalahkan perkiraan setelah penjualan Lyrica, obat nyeri, dan Ibrance, pengobatan kanker payudara, mengungguli ekspektasi. Bristol-Myers melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan dari obat onkologi nya, Opdivo dan penjualan obat hepatisis C di wilayah penjualan Amerika Serikat.

Rite Aid Corp melonjak 43 persen, lonjakan terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Walgreens rally 6,4 persen, terbaik tahun ini, sementara pesaing CVS Health Corp naik 1,8 persen.

Coach Inc mencapai level tertinggi sejak Agustus, naik 4,4 persen setelah laba melampaui estimasi analis, didorong oleh gaya baru dan diskon lebih sedikit.