Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Wall Street Ditutup Anjlok, Indeks Dow Turun 162,61 Poin Ke Level 17.348,73

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange

Rifan Financindo Berjangka – Bursa saham Ameriks ditutup anjlok lagi, indeks Standard & Poor 500 turun 0,8 persen menjadi 2.079,61 pada 4 pm di New York. Dow Jones Industrial Average kehilangan 162,61 poin, atau 0,9 persen, ke 17.348,73. Demikian juga dengan Nasdaq, turun 40.29 poin atau 0.80% ke level 5.019,05.

Aksi jual mencengkeram pasar negara berkembang dan setiap pemerintahnya? tidak membiarkan harga saham turun ke posisi terendah empat tahun. Termasuk Vietnam dan Kazakhstan melemahkan mata uang mereka untuk menyesuaikan diri dengan dampak dari devaluasi Tiongkok. Sementara itu, minyak telah anjlok lebih dari 30 persen sejak harga tertingginya.

Merosotnya bursa saham AS juga menyeret bursa saham global seperti MSCI All-Country World Index turun 0,9 persen dan Indeks Stoxx Europe 600 jatuh 1,8 persen. Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange yang juga dikenal dengan VIX, naik 11 persen menjadi 15,25.

Terjunnya harga minyak dunia mungkin akan dapat menahan inflasi untuk beberapa bulan mendatang. Ketika dikombinasikan dengan dolar yang lebih kuat dan pertumbuhan yang lambat di luar negeri, maka kemerosotan energi akan membuat target inflasi 2 persen dari Fed akan lebih sulit dicapai.

Delapan dari 10 kelompok utama dalam S & P 500 turun pada hari Rabu. Saham energi turun 2,8 persen setelah persediaan minyak mentah AS naik 2,62 juta barel, demikian data yang dikeluarkan oleh Energy Information Administration.

Target Corp naik 0,7 persen, setelah sebelumnya sempat naik 5,4 persen. Sementara laba kuartal kedua mengalahkan estimasi, pengecer ini sering mengalami kesulitan dalam mengisi kembali barang-barang yang sudah habis terjual.

Demikian juga dengan harga saham Yum! Brands Inc, naik 2,2 persen setelah Mickey Pant menggantikan Sam Su sebagai CEO mereka untuk wilayah penjualan Tiongkok.