Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Wajah Romawi di Kota Amman, Yordania

8e560985-b36b-484d-a160-831f0206c46d_169Rifan Financindo Berjangka -?Yordania dikenal sebagai negeri muslim, namun siapa sangka banyak jejak peradaban Romawi di sini. Salah satunya adalah teater Romawi di Kota Amman.

detikTravel menjelajah Yordania atas undangan Jordan Tourism Board (Badan Pariwisata Yordania) pada 16-23 Mei 2016. Salah satu tempat yang dijelajahi adalah Roman Theatre yang dibangun pada abad ke-2 di masa kepemimpinan Antonius Pius.

Menurut pemandu kami Waleed Heyasat, teater tersebut pada masanya lebih banyak difungsikan sebagai arena untuk memberikan pengumuman pada masyarakat, bukan sebagai arena hiburan. Kapasitas menempati teater tersebut mencapai 6.000 orang.

Posisi teater sengaja dibangun ke arah utara dan berada di sisi bukit agar mata penonton tidak terkena sinar matahari. Di dalam teater saat ini juga terdapat museum tradisional warga Arab kuno.

Teater Romawi di tengah Kota Amman (Madin/detikTravel)

Selain itu, ada pula Citadel. Ini adalah reruntuhan aneka bangunan bersejarah. Ada sumur kuno yang dibangun pada masa 150 SM, benteng bersejarah yang mengelilingi area kompleks Citadel, gua di zaman perunggu yang menjadi tempat kuburan kuno, sampai gereja tua yang dibangun pada era Byzantium.

Di sana masih ada lagi makam kaum muslim kuno, masjid bersejarah, istana sampai ruang pemeriksaan tamu di era Ummayah. Semua situs itu memiliki nilai sejarah tinggi, namun kondisinya ada yang masih bagus, sebagian lagi rusak karena dimakan waktu serta gempa besar di Yordania.

Pilar-pilar reruntuhan Citadel (Madin/detikTravel)

“Yang bertahan sampai sekarang karena sejak dulu dibangun menggunakan limestone yang ketebalannya cukup panjang. Yang hancur memang karena strukturnya menggunakan bahan yang lebih rapuh,” kata Waleed.

Salah satu yang terlihat kokoh berdiri ruang pemeriksaan menuju istana Ummayah. Meski sudah ada restorasi di sana-sini, masih banyak komponen asli dari bangunan yang didirikan pada 730 M tersebut.

“Namun untuk masjid dan istananya sudah hancur karena gempa,” kata Waleed.

Museum Arkeologi Islam