Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Tiongkok Kembali Pangkas Suku Bunganya, Terendah Sepanjang Sejarah

china1-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Melihat kondisi ekonomi yang masih tertekan, kembali bank sentral Tiongkok menyesuaikan kebijakan moneternya dengan kebijakan yang baru dengan harapan memacu pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Kebijakan Bank Rakyat China (PBOC) yang terbaru dan efektif? hari Minggu kemarin yaitu menurunkan suku bunga acuan dan menurunkan jumlah cadangan wajib perbankan.

Bank sentral Tiongkok memangkas suku bunga acuan ke rekor rendah sepanjang sejarah menjadi 4,85 persen yang diturunkan sebesar 25 basis poin. dari sku bunga acuan sebelumnya di 5,10 persen. Selain itu suku bunga deposito satu tahun diturunkan sebesar 25 basis poin menjadi 2 persen. Ini adalah keempat kalinya bank sentral telah memangkas suku bunga acuannya sejak November 2014.

Selain suku bunga acuan, PBOC juga mengurangi jumlah cadangan wajib bank atau RRR untuk bank umum melayani daerah pedesaan, pertanian dan usaha kecil sebesar 50 basis poin (bps). Sedangkan RRR bagi perusahaan keuangan, atau lembaga keuangan non-bank, diturunkan 300 bps. Ini merupakan? penurunan RRR ketiga dalam hampir lima bulan

PBOC beralasan pihaknya akan mempertahankan kebijakan moneter yang prudent dan selanjutnya bisa? mendorong reformasi liberalisasi suku bunga dan mekanisme pembentukan nilai tukar RMB. Sedangkan tujuan dari pengurangan RRR adalah untuk meningkatkan kemampuan lembaga keuangan untuk mendukung para petani, pembangunan pedesaan dan pertanian serta usaha kecil dan mikro.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat, Tiongkok masih menghadapi tugas berat menstabilkan pertumbuhan dan perlu terus menggunakan alat kebijakan moneter fleksibel untuk biaya pinjaman yang lebih rendah dan meningkatkan perekonomian melalui restrukturisasi. Sehingga langkah pelonggaran kebijakan dengan? memotong RRR dan suku bunga acuan akan membuat penyesuaian kebijakan moneter lebih bertarget dan efektif untuk mendukung ekonomi riil.