Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Tingkat Inflasi U.K. Dipercepat | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,?Pound merangkak naik terhadap dolar AS, Selasa (16/8), setelah rilis data inflasi Inggris Raya yang lebih baik dari harapan dan permintaan greenback tetap berada di bawah tekanan akibat rangkaian terbaru data AS yang buruk.

GBP/USD menyentuh sesi tertinggi di 1,2982 pada awal perdagangan Eropa, pasangan ini kemudian berkonsolidasi di 1,2972, melompat 0,72%.

GU cenderung temukan support di 1,2862, Senin terendah dan satu bulan terendah serta resistance di 1,3039, tertinggi Jumat.

Kantor Statistik Nasional Inggris mengatakan tingkat inflasi harga konsumen naik dalam tingkat tahunan sebesar 0,6% bulan lalu, di atas perkiraan kenaikan 0,5% dan dibandingkan dengan kenaikan 0,5% terlihat pada bulan Juni.

Bulan-ke-bulan, harga konsumen turun 0,1% pada bulan Juli, sejalan dengan perkiraan dan setelah kenaikan 0,2% pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, greenback tetap berada di bawah tekanan jual yang luas setelah rangkaian terbaru dari laporan ekonomi AS yang mengecewakan memicu kekhawatiran atas kekuatan ekonominya dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Sterling juga lebih tinggi terhadap euro, dengan EUR/GBP merayap turun 0,13% ke 0,8673.

Tingkat inflasi U.K. pada bulan Juli dipercepat dan ada tanda-tanda tekanan harga lebih lanjut dengan pelemahan mata uang pound mengirim lonjakan terbesar dalam biaya impor lebih dari empat tahun terakhir.

Indeks pertumbuhan harga konsumen naik menjadi 0,6 % dari sebelumnya 0,5 % pada bulan Juni, menurut laporan dari Kantor Statistik Nasional di London, Selasa. Para ekonom telah memperkirakan bahwa suku bunga berada di 0,5 %, menurut perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg. Biaya input meningkat menjadi 4,3 % tingkat tahunan pada bulan lalu, mengakhiri 32 penurunan berturut-turut, sementara harga impor mengalami lonjakan terbesar sejak 2011.

Setelah berminggu-minggu survei, angka inflasi menandai tekanan pertama pada perekonomian akibat dari pemilihan suara Brexit pada bulan Juni. Sementara dampak perekonomian dalam keputusan U.K. untuk meninggalkan Uni Eropa akan dalam jangka waktu untuk dilihat, data minggu ini di pasar tenaga kerja, penjualan ritel dan keuangan publik akan dikaji untuk menjadi petunjuk.

Pound telah turun sekitar 13 % terhadap dolar sejak referendum. Karena itu, Bank of England (BOE) memperkirakan tingkat inflasi mencapai target 2 % lebih cepat daripada yang diantisipasi sebelumnya, meskipun itu tidak menghentikannya menanggapi ancaman Brexit dengan stimulus baru bulan ini.

Tekanan ke atas pada awal harga sebagian besar terlihat biaya impor pada bulan lalu bahan material seperti logam, suku cadang dan bahan kimia, yang melonjak sebesar 6,5 % per tahun.

Indeks harga pabrik naik 0,3 % pada Juli dari Juni dan menguat 0,3 % dari tahun-ke-tahun, kata ONS. Itulah peningkatan tahunan pertama dalam lebih dari dua tahun terakhir.