Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Tertinggi di Indonesia, Investasi di Jakarta Tembus Rp 108,6 Triliun

1911102-jakarta-skyline-780x390PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA –  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia merilis data Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) Kuartal IV Tahun 2017.

Berdasarkan data tersebut, realisasi investasi di DKI Jakarta sebesar Rp 33,9 triliun, dengan PMDN sebesar Rp 14,6 triliun.

Angka ini mengalami kenaikan lebih dari 32 kali dibanding periode yang sama pada 2016 sebesar Rp 450,4 miliar.

Sementara PMA tercatat sebesar 1,4 miliar dollar AS atau naik 16,6 persen dari periode yang sama pada 2016 sebesar 1,2 miliar dollar AS.

Berdasarkan data BKPM RI yang dirilis melalui website www.bkpm.go.id, sepanjang 2017 realisasi investasi di DKI Jakarta, PMDN sebesar Rp 47,3 triliun dan PMA sebesar 4,6 miliar dollar AS (Rp 61,3 triliun) dengan total PMDN dan PMA menembus angka Rp 108,6 triliun.

Angka ini meningkat 84,7 persen dari periode yang sama pada 2016 sebesar Rp 58,8 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi, mengatakan capaian realisasi investasi sepanjang 2017 mengalami peningkatan yang signifikan.

“Hal ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi seluruh warga Jakarta, kerena dapat membuktikan bahwa iklim usaha di Jakarta semakin baik. Pasalnya, pencapaian kali ini tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia dan pertama kali dalam sejarah Jakarta,” ujar Edy.

Pencapaian realisasi investasi tersebut melebihi hampir dua kali target Key Performance Indicators (KPI) Realisasi Investasi Tahun 2017 yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 55 Triliun.

Di samping itu, pencapaian tahun 2017 ini merupakan pertama kalinya realisasi investasi di DKI Jakarta menduduki peringkat pertama di Indonesia.

Pasalnya, selama periode 2012-2016 peringkat Realisasi Investasi Provinsi DKI Jakarta selalu dibawah Jawa Barat yang memiliki luas wilayah 3,5 kali, dan Jawa Timur, yang memiliki luas wilayah 5 kali.

Pada kuartal IV-2017, nilai realisasi investasi Provinsi DKI Jakarta tercatat paling besar sepanjang tahun per kuarta.

Selama Oktobeer-Desember tersebut, terjadi lonjakan penerimaan PMDN menembus angka Rp 14,6 triliun.

Dengan angka peningkatan lebih dari 32 kali dibanding periode yang sama tahun 2016.

Adapun DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta telah merancang berbagai program tahun ini dan mendatang, guna meningkatkan realisasi investasi bidang penanaman modal, dengan menyelenggarakan Jakarta Investment Centre (JIC).

JIC merupakan sebuah pusat pengembangan informasi dan pengetahuan mengenai investasi di Bidang Penanaman Modal.

Memiliki program-program peluang investasi (market sounding), JIC akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, BUMD dan badan usaha lainnya.

JIC pun mendukung proyekproyek
Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan model Public Private People Partnership (PPPP).

 

Sumber: kompas.com