Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Ternyata Kerja di Apple Itu Tidak Enak

Rifan Financindo Berjangka – Apple Inc., mungkin menjadi perusahaan teknologi yang paling didambakan oleh para pekerja TI. Namun pengakuan dari mantan karyawan Apple ini mungkin akan mengubah pandangan tersebut.

Ben Farrell, yang baru-baru ini berhenti dari pekerjaannya di kantor Apple di Sydney, Australia, menuliskan pengalamannya selama bekerja di Apple?dalam blog-nya.

Dalam postingan blog tersebut, Farrell mengatakan bahwa karyawan Apple harus bisa bekerja enam belas jam dalam sehari, yang diisi dengan satu?meeting?ke?meetingberikutnya.

Farrell yang dahulu bekerja sebagai Quality Program Manager untuk program dukungan teknis AppleCare itu mengaku bahagia setelah keluar dari pekerjaan yang mungkin diidamkan banyak orang.

“Enam belas jam sehari diisi dengan rapat terus menerus, mungkin sudah biasa di perusahaan lain, namun?meeting?di Apple itu seperti agenda untuk menjatuhkan (karir) seseorang,” demikian tulis Farrel dalam blog resminya.

Budaya di dalam Apple itu menurut Farrell bukan hanya memiliki tuntutan tinggi, namun juga picik dan kebanyakan karyawan mencoba saling menjatuhkan agar dirinya sendiri yang sukses.

Spirit dalam tim hampir tidak ada karena menurut Farrell setiap orang saling menyerang dan memiliki agenda untuk menyenangkan dirinya sendiri.

Dikutip?KompasTekno?dari situs?BGR, Rabu (8/4/2015), curhatan Farrell tentang kondisi kantor Apple yang menurutnya tidak sehat itu juga membuatnya kehilangan waktu bersama keluarga.

“Saya menolak perjalanan dinas karena waktu itu harus mendampingi istri saya yang sedang hamil, yang terjatuh dari tangga dan harus dirawat di rumah sakit,” ujar Farrell.

Namun karena menolak perjalanan dinas, penilaian kinerja Farrell menjadi minus, dan dibawa ke tingkat manajemen, walau alasan keluarga yang darurat di atas telah diutarakan Farrell.

Selain itu, Farrell juga mengaku sering mendapat pesan yang nadanya menyerang melalui perangkat smartphone-nya. Hal itu terjadi tidak kenal waktu, entah saat dirinya di kantor atau sudah di rumah.

“Kamu online?nggak? Status kamu sedang?away, kamu baca pesan aku?nggak?” demikian dicontohkan Farrell.

Farrell juga mengaku sering menerima?voicemail?yang kasar saat ia terlambat sau menit saja dalam pertemuan rapat. Ia juga sering dilecehkan terkait dengan etika kerja orang Australia.

Menurut orang manajemen yang berasal dari Singapura, orang Australia itu tidak bersahabat dan hanya mau bekerja dengan sesama orang Australia saja.

Curhatan Farrell lebih lengkap bisa dibaca di blog pribadinya di?tautan berikut ini.