Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Tergiur Jutaan Kelas Menengah, Ratusan Merek Hong Kong ‘Serbu’ RI

Rifan Financindo Berjangka -Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak diincar investor dari luar negeri, salah satunya Hong Kong. Dengan meningkatnya jumlah kelas menengah jadi sekitar 61 juta jiwa, Indonesia menjadi incaran produk-produk andalan Hong Kong untuk membuka pasar baru bagi produknya.

“Hong Kong akan menggelar promosi besar-besaran di Indonesia, dengan menyelenggarakan pameran bertajung ‘In Style Hong Kong’ di Indonesia pada 17-19 September 2015, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta,” kata Deputi Manager, Corporate Communication, Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Carrie Lee, ditemui di kantornya, Plaza 1 Horbour Road, Wan Chai, Hong Kong, Selasa (4/8/2015).

HKTDC merupakan lembaga pemerintahan Hong Kong yang mengurusi perdagangan.

Carrie mengatakan, ‘In Style Hong Kong’ akan menyajikan gaya hidup serta kreativitas Hong Kong yang dinamis dan unit. Hong Kong saat ini sudah menjelma sebagai ‘surga belanja’ salah satu di dunia, produk-produk unggulan tersebut, akan ditampilkan di Indonesia.

“Promosi kelas atas ini akan menghadirkan trade expo menampilkan 100 brand gaya hidup Hong Kong, sebuah simposium layanan menghadirkan berbagai layanan bisnis, gala dinner kelas atas menyambut 500 pejabat dan pemimpin bisnis terkemuka dari Indonesia dan Hong Kong, serta rangkaian citywide promotions untuk menarik konsumen lokal Indonesia,” tambahnya.

Carrie menambahkan lagi, soal alasan Indonesia menjadi negara yang dipilih untuk promosi besar-besaran produk unggulan dari negaranya. Menurutnya, di ASEAN, Indonesia diprediksi memiliki populasi kelas menengah terbesar, yang mencapai angka lebih dari 61 juta jiwa.

“Di mana kelas menengah ini daya belinya terus meningkat,” katanya.

Apalagi, kata Carrie, Indonesia merupakan negara di ASEAN dengan populasi penduduk terbanyak. Di 2014, perekonomian Indonesia tumbuh 5%, dengan perkiraan akan berkembang hingga 5,5% di 2015.

“Selain itu, Indonesia ikut berkomitmen dalam skema ASEAN Common Effective Preferential Tariffs (CEPT), yang menguntungkan bagi kegiatan impor dan ekspor,” tutup Carrie.

(rrd/dnl)