Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Terbebani Laba Emiten Energi, Bursa Wall Street Melemah

289628_bursa-efek-new-york_663_382

Rifan Financindo Berjangka – Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat akhir pekan lalu waktu New York.

Seperti dikutip dari laman CNBC, Senin 3 Agustus 2015, pelemahan indeks disebabkan karena investor kecewa dengan perolehan laba bersih beberapa perusahaan energi besar.
Saham perusahaan sektor energi melemah lebih dari 2,5 persen. Saham Exxon Mobil dan Chevron jatuh lebih dari 4,5 persen, memimpin pelemahan indeks Dow Jones Industrial Average.
Perolehan laba bersih Exxon Mobil dan Chevron tidak seperti yang diharapkan pasar. Exxon Mobil membukukan laba bersih terendah dalam enam tahun terakhir. Sedangkan Chevron membukukan laba kuartal terendah dalam 13 tahun.
Harga minyak mentah berjangka turun US$1,4 atau 2,89 persen ke level US$47,12 per barel. Harga minyak kehilangan hampir 21 persen pada Juli, menjadi bulan terburuk sejak Oktober 2008 saat terjadi krisis keuangan.
The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar diperdagangkan naik 22 persen mendekati 12,5.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 56,12 poin (0,32 persen) ke level 17.689,86, dengan saham Coca-Cola dan Chevron yang memimpin pelemahan saham.
Sementara itu, indeks S&P 500 turun 4,79 (0,23 persen) ke level 2.103,84, dipimpin oleh saham sektor energi.
Adapun indeks Nasdaq melemah 0,5 poin (0,01 persen) ke level 5.128,28.
Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 977 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 3,6 miliar unit saham.
Sementara itu, nilai tukar mata uang dolar melemah terhadap mata uang mitra dagang utama AS. Imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi turun menjadi 2,2 persen. (ase)