Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Tekanan IHSG Bakal Terbatas

Rifan Financindo Berjangka –?Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan saham Rabu (14/4/2015) seiring pelaku pasar juga menanti rilis data ekonomi.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG sedang menguji level support 5.423. Ini merupakan proses alami sebelum melanjutkan kenaikannya. IHSG berpotensi untuk kembali menggapai level resistance terdekat di 5.524.

“Dalam timeframe jangka pendek, IHSG berada dalam fase konsolidasi dengan potensi terdapat tekanan terbatas, jika terjadi rebound maka sifatnya adalah technical rebound selama belum berhasil bertahan di atas resistance 5.524,” kata William dalam ulasannya, Selasa (14/4/2015).

Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG gagal mendekati area target resistance di 5.500-5.516 dan berakhir di bawah area target support 5.468-5.482. Bila aksi jual tidak terbendung maka pelemahan indeks saham dapat dimungkinkan terjadi. Apalagi IHSG juga masih menyisakan utang gap lama di level 5.342-5.372 dan level 5.397-5.411.

Reza memperkirakan, IHSG berada di rentang support 5.415-5.426 dan resistance 5.455-5.490 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

“Pelemahan dapat lebih terbatas namun tetap cermati dan antisipasi bila terdapat potensi pelemahan lanjutan,” kata Reza.

Untuk rekomendasi saham, William memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar yaitu saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Sedangkan Reza memilih saham UNVR, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Intiland Development Tbk (DILD), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

IHSG?melemah 43,93 poin (0,80 persen) menjadi 5.447,40 pada penutupan perdagangan saham Senin 13 April 2015.? Indeks saham LQ45 melemah 0,49 persen ke level 948,53. Sebagian besar indeks saham acuan melemah kecuali indeks saham Pefindo25 naik 0,27 persen menjadi 477,07.