Tekan Pengeboran Sumur Minyak Ilegal, SKK Migas Jalin Kerja Sama Lintas Sektor

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Industri hulu minyak dan gas (migas) di Tanah Air masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah untuk dituntaskan hingga saat ini.

Salah satu permasalahan tersebut adalah aksi pengeboran ilegal (illegal drilling) dan pencurian minyak (illegal tapping).

Illegal drilling merupakan penambangan ilegal dengan mengolah minyak dari sumur tua atau membuat sumur tanpa izin. Sementara, illegal tapping adalah modus pencurian minyak dengan cara melubangi pipa penyaluran minyak milik perusahaan.

Berdasarkan catatan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), jumlah aksi pengeboran minyak ilegal mencapai 137 kegiatan pada 2018.

Angka kasus tersebut meningkat menjadi 195 kegiatan pada 2019. Sementara, pada 2020, angkanya naik 119 kasus menjadi 314 kegiatan illegal drilling.

Masih dari data yang sama, titik utama pengeboran ilegal tersebar di delapan provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Riau, Kalimantan Timur (Kaltim), Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim).

Salah satu kasus yang sempat menyedot perhatian terjadi di Provinsi Jambi. Diberitakan Kompas.com, pada Rabu (29/9/2021), kebakaran sumur minyak ilegal terjadi di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Sumur minyak tersebut mengandung gas sehingga kebakaran sulit dipadamkan selama dua pekan. Akibat peristiwa ini, hutan di Desa Bungku seluas 2,5 hektare (ha) habis dilalap api.

Masih di Jambi, penambangan minyak bumi liar terjadi di areal Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS) di Desa Jati Baru, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Selasa (13/7/2021).

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Sebanyak 17 pelaku aksi pidana tersebut merupakan warga asal Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel).

Kasus serupa juga masif terjadi di Provinsi Sumsel. Sepanjang 2021, Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel telah menutup 998 sumur minyak ilegal. Selain tidak mengantongi izin, keberadaan sumur tersebut berpotensi menimbulkan bahaya, baik bagi masyarakat maupun lingkungan.

Adapun salah satu kasus illegal drilling yang berhasil diungkap Polda Sumsel terjadi di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba.

Berdasarkan penelusuran di lokasi kejadian, Kamis (7/10/2021), Polda Sumsel berhasil menemukan lebih dari 1.000 titik sumur migas ilegal. Potensi ini disalahgunakan para oknum penambang ilegal serta pemodal untuk mengeruk keuntungan.

Kemudian kasus teranyar, kebakaran akibat illegal drilling yang terjadi di Desa Kaban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba, Senin (11/10/2021).

Polda Sumsel menurunkan tim untuk memadamkan api di tiga titik kebakaran. Adapun lokasi kebakaran itu berada jauh dari tempat penertiban 1.000 sumur minyak ilegal di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba.

Akibat rangkaian kasus penambangan minyak ilegal yang terjadi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan bahwa negara berpotensi kehilangan produksi minyak bumi mencapai 10.000 barrel per hari.

Sumber : Kompas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG