Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Tarif Bea Keluar Sejumlah Komoditas Pertambangan Ekspor Naik, Ini Rinciannya

komoditas

 

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Didi Sumedi mengatakan, hingga periode akhir Januari 2021, harga beberapa komoditas produk pertambangan menunjukkan tren positif yang terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini diindikasikan dengan kenaikan harga beberapa komoditas produk pertambangan yang cukup signifikan disebabkan meningkatnya permintaan dan penawaran pasar dunia.

Kondisi ini mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) untuk periode Februari 2021. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2021, tanggal 26 Januari 2021.

“HPE produk pertambangan periode Februari 2021 mengalami fluktuasi. Di antaranya komoditas konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat mangan, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenite, dan konsetrat rutil mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu,” tuturnya melalui siaran pers, Senin (1/2).

Harga beberapa komoditas produk pertambangan yang mengalami kenaikan dikarenakan adanya permintaan dunia yang meningkat, sementara untuk komoditas konsentrat timbal, konsetrat seng dan bauksit yang telah dilakukan pencucian mengalami penurunan harga. Sedangkan untuk pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan,” lanjut dia.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari AsianMetal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Baca Juga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Februari 2021 adalah konsentrat tembaga (Cu = 15 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 3.111,97 /WE atau naik sebesar 3,45 persen, konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe = 62 persen dan = 1persen TiO2) dengan harga rata-rata sebesar USD 148,03/WE atau naik sebesar 19,34 persen. Lalu, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe = 50persen dan (Al2O3 + SiO2) = 10 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 75,64/WE atau naik sebesar 19,34 persen.

Selanjutnya, konsentrat mangan (Mn = 49 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 208,00/WE atau naik sebesar 2,52 persen, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe = 56 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 88,39/WE atau naik sebesar 19,34 persen, konsentrat ilmenit (TiO2 = 45 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 339,00/WE atau naik sebesar 4,26 persen, dan konsentrat rutil (TiO2 = 90 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 926,52/WE atau naik sebesar 6,16 persen.

Sedangkan, produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat timbal (Pb = 56persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 818,19/WE atau turun sebesar 2,72persen, konsentrat seng (Zn = 51persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 750,92/WE atau turun sebesar 0,60persen, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 = 42persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 27,09/WE atau turun sebesar 0,18persen.

Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe = 54) dengan harga rata-rata USD 117,98/WE tidak mengalami perubahan. Menurut Didi, HPE periode Februari 2021 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait.

Sumber : Liputan 6

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG