Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Sukardi Rinakit Tolak Jabatan Komut BTN, Menteri Rini Cari Pengganti

073804_btndalamnk

Rifan Financindo Berjangka – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Menteri Rini Soemarno, akan melakukan seleksi ulang guna mencari calon Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) baru. Ini dilakukan setelah Sukardi Rinakit menolak diangkat sebagai Komut BTN, seperti yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Iya akan dicari penggantinya,” kata salah satu petinggi Kementerian BUMN kepada detikFinance, Senin (6/4/2015).

Soal tata cara pemilihan calon Komisaris Utama, Kementerian BUMN awalnya melakukan seleksi lewat CV (curriculum vitae) dan sejumlah rekomendasi yang masuk. Setelah itu baru dilakukan tatap muka atau cukup dengan komunikasi langsung.

Petinggi di Kementerian BUMN ini menyatakan, sudah dilakukan wawancara dengan Sukardi terkait pemilihan Komut BTN. Meski begitu, Komut BTN hasil RUPS masih harus diuji lagi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator lembaga keuanagn di Indonesia.

Secara terpisah, Sukardi mengakui, dirinya memang sudah beberapa kali dihubungi oleh Kementerian BUMN untuk konfirmasi terkait jabatan Komut BTN. Namun karena ada masalah dalam telepon selularnya, maka konfirmasi sulit dilakukan.

“Saya tidak mau menerima posisi Komut BTN karena sepengetahuan saya performa BTN sangat baik. Kalau saya masuk, padahal hati saya tidak di situ dan saya bukan bankir (kepala saya kosong tanpa konsep soal perbankan), maka saya tidak akan produktif dan akhirnya hanya menjadi beban BTN,” jelas Sukardi dalam pesan singkatnya Minggu malam (5/4/2015).

“Dari sisi pemerintah, saya dianggap tepat di BTN untuk memastikan rakyat miskin mendapatkan akses perumahan dengan lebih mudah. Sehingga program sejuta rumah bisa sukses. Jadi positif sekali dan bukan bagi-bagi kue kekuasaan ke saya. Saya sudah bertemu Mensesneg Pak Pratikno, dan saya akan mendapat tugas khusus menjadi Staf Khusus Mensesneg. Salah satu tugas saya, bersama staf khusus lain, adalah ikut mempersiapkan pidato Presiden. Ini dunia saya,” papar Sukardi.