Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Suasana Hampa di Antariksa

rifan financindo

Rifan Financindo – Semarang,? Banyak hal yang memicu keingintahuan manusia terkait kehidupan di luar Bumi. Mulai dari aktivitas astronaut, hingga hal sederhana seperti aroma dan suara di antariksa.

Di Bumi, tentu saja manusia dengan mudah bisa mencium berbagai jenis bau karena indera penciuman berfungsi dengan normal serta didukung keberadaan?udara.?Begitupun dengan getaran di udara yang sampai ke genda telinga manusia.

Lain halnya dengan luar angkasa. Hidung dan telinga manusia mungkin tidak?bekerja dengan semestinya di ruang hampa udara.

Dalam sebuah forum tanya jawab di situs ScienceFocus, muncul pertanyaan seperti apa aroma di luar angkasa.

Berdasarkan pengalaman para astronaut yang mendiami Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS), menurut mereka aroma yang tercium adalah bau logam. Lebih tepatnya, bau yang menyerupai asap dari kegiatan mengelas.

Bau tersebut seringkali mereka rasakan di permukaan seragam antariksa mereka ketikaairlock kembali menekan udara.

Sementara laporan lain dari European Space Agency (ESA) yang berhasil mendaratkan wahana robotika Philae di komet 67P/Churyumov-Gerasimenko pada 2014 silam, mendeteksi aroma telur busuk, kacang kenari pahit, dan air kencing kucing dari permukaan komet.

Banyak juga hal lain yang dilontarkan kepada astronaut terkait kehidupan antariksa. Pada Januari 2015, astronaut ESA Luca Parmitano sempat menjawab beberapa pertanyaan mendasar terkait pengalamannya di luar angkasa dan termasuk soal suara.

Antariksa selama ini memang identik dengan kesenyapan. Walau begitu, bagi para antariksawan, mereka tidak pernah merasakan kesunyian tersebut karena seragam astronaut yang mereka kenakan mengeluarkan suara bising.

Dijelaskan Parmitano, suara tersebut berasal dari pemompa udara untuk bernafas, menciptakan atmosfer di dalam antariksa, dan suara dari sistem intercom.

Ia juga menjawab apa yang bisa ia lakukan jika hidungnya gatal ketika sedang memakai seragam antariksa lengkap dengan helmnya.

“Tak ada yang bisa dilakukan, Anda harus menyikapinya dengan dewasa. Bisa coba menggaruknya ke samping seragam jika hidung Anda sebesar saya,” tutur Parmitano kala itu.

Ia melanjutkan, “tapi sebenarnya tidak banyak yang bisa dilakukan, Anda harus coba untuk lupakan rasa gatal itu.”