Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

SNAPCHAT DIHAPUS, TOOLS CRACK WINDOWS SYSTEM VERSI NSA | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo

RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo – Semarang, Pengguna Snapchat di India ramai-ramai menghapus (uninstall) aplikasi tersebut dari smartphone mereka. Gerakan itu diramaikan juga dengan tagar #UninstallSnapchat. Apa penyebabnya?

Dikutip dari Mashable, Senin (17/4/2017), gerakan menghapus aplikasi Snapchat di India ternyata dipicu oleh komentar yang diduga dikeluarkan oleh CEO Snap Inc. Evan Spiegel pada 2015 lalu.

Kala itu, Spiegel berkata, “Aplikasi ini hanya untuk orang kaya saja.” Hal itu diutarakan Spiegel dalam sebuah diskusi tentang pertumbuhan Snapchat.

“Saya tidak mau berekspansi ke negara miskin seperti India dan Spanyol,” tegas Spiegel lagi.

Komentar itu terungkap setelah mantan karyawan Snapchat mengajukan tuntutan di pengadilan pada Januari 2017. Karyawan itu menuduh Snapchat memalsukan ukuran jumlah penggunanya.

Karyawan yang bernama Anthony Pompliano tersebut, bekerja di Snapchat selama tiga bulan dan bertanggung jawab akan pertumbuhan Snapchat. Ia menuduh Spiegel memandang remeh “negara miskin” saat berdiskusi tentang pertumbuhan bisnis Snapchat di negara-negara tersebut.

Kini tuntutan hukum tersebut bisa diakses oleh publik. Lantas komentar Spiegel tentang India itu didengar oleh pengguna Snapchat di negara tersebut.

Pengguna di India kemudian beramai-ramai mengutarakan pendapatnya di Twitter. Para pengguna Twitter itu bersuara tentang alasan penghapusan aplikasi Snapchat.

Aksi #UninstallSnapchat ini mengingatkan akan aksi serupa yang dialami oleh Uber. Beberapa saat lalu, tagar #Delete Uber ramai didengungkan menyusul kebijakan Uber yang menghapus biaya tambahan dari airport. Serikat sopir taksi konvensional kemudian memboikot dengan cara menolak menjemput penumpang di bandara.

Aksi #Delete Uber juga dihubung-hubungkan dengan CEO Uber Travis Kalanick yang diangkat sebagai penasihat ekonomi pemerintahan Trump.

Uber dilaporkan kehilangan sekitar 200.000 pengguna kala itu. Belum diketahui berapa pengguna Snapchat di India yang menghapus aplikasi tersebut.

National Security Agency (NSA), lembaga intelijenAmerika Serikat, dikabarkan memiliki alat khusus untuk membobol seluruh sistem operasi Windows. Alat tersebut bekerja memanfaatkan celah keamanan di dalam sistem operasi tersebut.

Kabar mengenai keberadaan alat pembobol itu didapat dari kelompok peretas bernama Shadow Brokers pada pekan lalu. Kelompok ini sebelumnya juga pernah mencuri data rahasia dari NSA dan menyebarkannya.

Sebagaimana dilansir dari The Verge, Senin (17/4/2017), informasi yang diperoleh Shadow Brokers salah satunya menyebutkan mengenai zero days exploit dan cara memanfaatkannya untuk menyusup ke dalam Windows.

Zero days exploit sendiri merupakan istilah untuk menyebut kelemahan suatu software yang masih belum diketahui oleh pembuatnya.

Dalam hal ini, tampaknya NSA tak memberi tahu Microsoft mengenai celah temuannya itu. Lebih parahnya, celah keamanan tersebut bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk mengakses informasi dari seluruh sistem operasi Windows, mulai dari XP hingga 8.

Sudah Diperbaiki

Informasi mengenai alat peratas NSA ini memicu ketakukan para peneliti keamanan. Mereka bahkan menyarankan pengguna Windows untuk mematikan komputernya di akhir pekan.

Namun ketakukan itu ditanggapi cepat oleh Microsoft. Tepatnya pada Jumat pekan lalu, beberapa jam setelah informasi mengenai celah keamanan itu menyebar, Microsoft mengonfirmasi telah merilis perbaikan yang diperlukan.

Perbaikan tersebut dipastikan sudah termasuk dalam pembaruan software untuk seluruh versi sistem operasi Windows yang masih dalam dukungan Microsoft.

Artinya, Windows 7 dan 8 aman dari masalah. Sedangkan versi yang lebih tua, seperti XP dan Vista kemungkinan masih bisa dijebol dengan memanfaatkan celah tersebut.

Berikut ini rincian celah keamanan dan kode pembaruan keamanan yang dirilis oleh Microsoft:

  • EternalBlue diperbaiki melalui pembaruan berkode MS17-010
  • EmeraldThread diperbaiki melalui pembaruan berkode MS10-061
  • EternalChampion diperbaiki melalui pembaruan berkode CVE-2017-0146 dan CVE-2017-0147
  • ErraticGopher diperbaiki sebelum perilisan Windows Vista
  • EsikmoRoll diperbaiki melalui pembaruan berkode MS14-068
  • EternalRomance diperbaiki melalui pembaruan berkode MS17-010
  • EducatedScholar diperbaiki melalui pembaruan berkode MS09-050
  • EternalSynergy diperbaiki melalui pembaruan berkode MS17-010
  • EclipsedWing diperbaiki melalui pembaruan berkode MS08-067