Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Smartphone 4G LTE Murah Meriah Segera Beredar di Indonesia

167211-0_663_382

Rifan Financindo Berjangka – Frekuensi 1.800 MHz, yang sedang ditata dan mulai digunakan untuk 4G LTE, memiliki ekosistem handset yang lebih beragam. Salah satunya, adalah ponsel dengan banderol harga murah di kisaran Rp 1 juta.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan ponsel jenis tersebut akan mulai hadir di sekitar November mendatang. Sayangnya, dia enggan merinci siapakah pembuatnya.

“Awal November nanti akan ada satu vendor global yang akan meluncurkan ponsel 4G murah di bawah Rp 1 juta,” ujarnya saat ditemui Nextren di ruang kerjanya di kantor Kementerian Kominfo, Jumat (23/10/2015).

“Kalau sekarang kan masih mahal, terakhir yang paling murah itu cuma Polytron yang merupakan vendor lokal. Itu pun masih Rp 1,1 juta harganya. Harusnya sih dalam tiga tahun ke depan nanti harganya terus turun, bahkan bisa sampai Rp 600 ribuan,” papar Chief RA, sapaan akrabnya.

Dia berharap, seiring dengan munculnya ponsel murah buatan vendor global, maka vendor lain juga akan mengikuti. Bila hal itu terwujud, tentu teknologi 4G LTE diharapkan bisa dinikmati lebih banyak orang, dari kalangan atas hingga yang paling bawah.

Efek lainnya, ekonomi digital akan lebih mudah dicapai karena perangkat genggam yang murah dan mumpuni membuat orang lebih akrab dengan aplikasi dan internet.

Selain berharap makin banyak ponsel 4G LTE dengan banderol terjangkau, pemerintah juga mulai menerapkan aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Aturan ini mensyaratkan ponsel 4G LTE mesti sudah memiliki kandungan lokal 30 persen pada 2017 mendatang. Tujuannya agar Indonesia tidak kehilangan value meski pasar lokal dibanjiri berbagai produk buatan luar negeri.

Soal penataan 4G LTE tahap dua, rencananya bakal rampung pada November mendatang. Saat ini, proses penataan tersebut sudah mencapai 35 cluster dari total target 42 cluster, atau bisa dikatakan mencapai 85 persen.

Bila menilik jadwal, pada 28 Oktober hingga 4 November akan dilakukan penataan di Bandung dan Purwakarta. Kemudian dilanjutkan dengan Sukabumi dan Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek) dan ditutup dengan penataan di Jakarta pada 18-23 November.