Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Skandal Volkswagen Bawa Wall Street Melorot

Ilustrasi+IHSG-6-OK

Rifan Financindo Berjangka – Saham-saham Wall Street jatuh pada Selasa (22/9/2015) waktu setempat (Rabu pagi WIB), bergabung dengan bursa saham di Eropa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global dan berkembangnya skandal emisi Volkswagen.

Dow Jones Industrial Average melorot 179,72 poin (1,09 persen) berakhir di level 16.330,47.

Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup turun 24,23 (1,23 persen) menjadi 1.942,74, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 72,23 poin (1,50 persen) ke posisi 4.756,72.

Raksasa otomotif Ford dan General Motors masing-masing kehilangan 2,8 persen dan 1,9 persen, ketika saham-saham mobil global jatuh karena skandal Volkswagen.

Saham teknologi secara umum juga mengalami pelemahan dengan Apple kehilangan 1,6 persen, Facebook turun 2,7 persen, dan Google berkurang 2,0 persen.

Anggota Dow, Goldman Sachs kehilangan 2,0 persen karena kepala eksekutif Lloyd Blankfein mengungkapkan dia akan menjalani pengobatan limfoma. Blankfein mengatakan ia telah sembuh dari kanker darah dan prognosisnya baik.

Con-Agra Foods tenggelam 7,1 persen setelah raksasa makanan itu menyebutkan labanya akan negatif dipengaruhi oleh dollar AS yang kuat dan biaya pemasaran lebih tinggi.

Para analis mengutip meningkatnya kekhawatiran tentang pertumbuhan global menyusul data ekonomi Tiongkok yang lebih lemah dan jatuhnya harga tembaga serta komoditas utama lainnya sebagai pemicu.

“Saya hanya berpikir kita berada di periode ini di mana investor khawatir tentang pelambatan,” kata Alan Skrainka, kepala investasi di Cornerstone Wealth Management.

Analis juga mengutip laporan dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) yang memproyeksikan pertumbuhan lebih rendah di Asia setelah memangkas proyeksi pertumbuhan Tiongkok pada 2015 menjadi 6,8 persen dari proyeksi sebelumnya 7,2 persen,