Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Setelah Melemah, Minyak Bangkit | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Harga minyak berjuang menentukan arah di sesi perdagangan Eropa Selasa (17/8), dengan pelaku pasar menunggu informasi mingguan baru stok produk minyak AS dan turunan.

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan persediaan minyakpukul 21.30 WIB di tengah harapan untuk peningkatan sebesar 522.000 barel.

Persediaan bensin diharapkan menurun 1.638 juta barel sementara stok sulingan, yang meliputi minyak bakar dan diesel, diperkirakan turun sebesar 742.000 barel, menurut analis.

Setelah pasar ditutup Selasa, American Petroleum Institute mengatakan bahwa persediaan minyak AS turun 1,0 juta barel dalam pekan yang berakhir 12 Agustus. Hal ini juga menunjukkan peningkatan sebesar 2,2 juta barel dalam stok bensin, sinyal permintaan mengkhawatirkan jelang akhir musim mengemudi di musim panas.

Minyak mentah untuk pengiriman September di Bursa Perdagangan New York merosot 30 sen, atau 0,64%, diperdagangkan pada $46,28 per barel pada pukul 14.59 WIB setelah menguat ke $46,73 di sesi sebelumnya, tertinggi sejak 12 Juli.

Sementara itu, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober anjlok 40 sen, atau 0,81%, diperdagangkan pada $48,83 per barel.

Pada hari Selasa, harga Brent London diperdagangkan melonjak ke $49,36, tingkat yang tidak terlihat sejak 7 Juli.

Harga minyak mentah naik lebih dari 10% selama empat sesi perdagangan terakhir di tengah indikasi produsen minyak utama mempertimbangkan kembali pembekuan produksi kolektif dalam upaya untuk meningkatkan pasar.

Reli dimulai Kamis lalu setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan negaranya akan bekerja sama dengan produsen minyak lain untuk menstabilkan harga pada pertemuan di Aljazair bulan depan.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak, Senin, mengatakan negaranya membuka kesepakatan dengan produsen minyak utama lainnya untuk membatasi produksi “jika perlu” untuk mencapai stabilitas pasar.

Namun, pelaku pasar tetap skeptis bahwa pertemuan itu akan menghasilkan tindakan konkret. Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi di awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif.

Meskipun dalam kenaikan baru-baru ini, indikasi pemulihan yang berkelanjutan dalam kegiatan pengeboran AS dikombinasikan dengan peningkatan stok produk bahan bakar di seluruh dunia diharapkan untuk menjaga harga di bawah tekanan dalam jangka pendek.

Futures minyak mentah lebih tinggi pada jam dagang AS pada Rabu.

Pada New York Mercantile Exchange, Futures minyak mentah untuk penyerahan September diperdagangkan pada USD46.82 per barrel pada waktu penulisan, meningkat 0.52%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD46.92 per barrel. Minyak metahkemungkinan akan mendapat support pada USD43.31 dan resistance pada USD46.92.

Indeks Dolar AS yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0.03% dan diperdagangkan pada USD94.78.

Sementara itu di ICE, Minyak brent untuk penyerahan Oktober naik 1.12% dan diperdagangkan pada USD49.78 per barrel, sedangkan spread antara kontrakMinyak brent dan Minyak metah berada pada USD2.96 per barrel.