Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Setelah Melemah, Emas Terpacu Naik | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo – Semarang, Harga emas melemah ke level terendah 10 bulan pada hari Senin dengan semakin dekatnya pertemuan Federal Reserve AS dalam agenda untuk meningkatkan suku bunga AS.

Pada saat penulisan, emas diperdagangkan di kisaran $1161.85 per troi ons dengan level support sementara di 1151.48, dan level resisten di 1165.96.

Seperti yang telah dipublikasikan sebelumnya bahwa The Fed akan meningkatkan suku bunga AS sebanyak dua kali, dan salah satunya akan dilakukan pada pertengahan pekan ini, tanggal 14-15 Desember 2016, dan penignkatan lainnya direncanakan akan dilakukan pada tahun 2017. Namun, disamping optimisme pasar yang semakin kuat terkait adanya peningkatan suku bunga ini, beberapa pandangan skeptis pasar juga berpendapat bahwa kenaikan suku bunga AS kali ini mungkin tidak akan sebesar atau seefektif yang diharapkan, melihat sudah cukup tingginya nilai dolar AS semenjak terpilihnya Donald Trump menjadi presiden AS ke 45. Penguatan dolar AS yang terus berlanjut, beserta potensi penguatan lanjutan pasca rilis suku bunga baru dapat semakin menekan harga emas hingga akhir tahun 2016 ini. Para investor juga mencoba memantau perkembangan kebijakan moneter Trump yang dinilai dapat memicu inflasi yang berdampak langsung terhadap mata uang dolar AS dan harga emas.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Selasa (13/12/2016) pagi WIB, didukung pelemahan dolar AS meskipun para pedagang secara luas yakin bahwa AS Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya minggu ini.

Xinhua melaporkan, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 3,9 dolar AS, atau 0,34 persen, menjadi menetap di 1.165,80 dolar AS per ounce.

Emas mendapat dukungan karena indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap mata uang utama, turun 0,62 persen menjadi 101,01 pada pukul 19.00 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Pasar menghabiskan Senin dengan fokus pada keyakinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Desember (FOMC).

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 mencapai 95 persen pada pertemuan Desember dan 95 persen untuk pertemuan Februari.

Para analis percaya bahwa dalam beberapa bulan terakhir telah menunjukkan kemajuan yang cukup baik dalam ukuran-ukuran inflasi dan ukuran-ukuran ketenagakerjaan bagi bank sentral AS untuk membenarkan peningkatan suku bunga acuannya.

Pedagang menanti sisa minggu ini untuk pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai pada Selasa, indeks harga produsen, penjualan ritel, produksi industri, konferensi pers FOMC pada Rabu (14/12), indeks harga konsumen, klaim pengangguran mingguan, dan survei prospek bisnis Fed Philadelphia pada Kamis (15/12), serta laporan housing starts atau rumah yang baru dibangun pada Jumat (16/12).

Sementara itu, perak untuk pengiriman Maret naik 22 sen, atau 1,30 persen, menjadi ditutup pada 17,187 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 18,7 dolar AS, atau 2,04 persen, menjadi ditutup pada 933,70 dolar AS per ounce.