Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Setelah Dibukukan Menurun, Saham Asia Dibuka Rendah | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo

RIFANFINANCINDO

Rifanfinancindo – Semarang, Saham-saham Hong Kong tergelincir ke level terendah 4-1/2 bulan pada hari Jumat ini, dan membukukan penurunan mingguan terbesarnya dalam setengah tahun terakhir, karena investor bersiap untuk dari kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat.

Indeks Hang Seng turun 0,2%, ke level 22,020.75 poin, sedangkan Indeks China Enterprises turun 0,1%, ke level 9,470.33 poin.

Untuk pekan ini, Indeks acuan turun sebanyak 3,3%.

Pada hari Kamis, pasar merosot di bangun dari kenaikan seperempat poin suku bunga Federal Reserve. Investor ketakutan pasca The Fed memproyeksikan tiga kenaikan tahun depan, naik dari dua sebelumnya, menunjukkan sikap kebijakan hawkish.

Meskipun kegelisahan mereda pada hari Jumat, investor tetap berhati-hati karena dolar melayang di sekitar level tertinggi 14-tahun terhadap mata uang utama, sehingga mengancam daya tarik aset emerging market.

Sebagian besar sektor melemah, dengan telekomunikasi dan saham bahan pokok memimpin penurunan.

Bursa saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Senin menyusul penurunan di Wall Street, sementara investor melakukan profit taking pada reli baru-baru ini.

Indeks acuan Nikkei 225, yang ditutup pada satu tahun tertinggi baru pada hari Jumat, kehilangan 0,29 persen, atau 55,31 poin, menjadi 19,345.84 dalam beberapa menit pertama perdagangan.

Indeks Topix dari seluruh bagian pertama saham turun 0,21 persen, atau 3,32 poin di level 1,547.35.

Dolar AS lebih rendah terhadap Yen Jepang pada Minggu.

USD/JPY diperdagangkan pada 117.75, turun 0.16% pada waktu penulisan.

Pasangan ini kemungkinan akan menemui support pada 114.71, Selasa’terendah dan resistance pada 118.67, Kamis’tertinggi.

Sementara itu, Dolar AS turun terhadap Euro dan Pound Inggris, dengan EUR/USDbertambah 0.05% mencapai 1.0455 dan GBP/USD meningkat 0.001% ke 1.2492.

Pasangan mata uang USDJPY melemah di awal perdagangan hari Senin, turun sekitar 0.3% ke level 117.60 pasca perilisan data neraca perdagangan Jepang yang hasilnya menggembirakan untuk negara tersebut.

Jepang pada hari Senin melaporkan bahwa neraca perdagangan untuk periode November membukukan surplus untuk tiga bulan beruntun karena nilai impor yang turun tajam. Namun untuk nilai ekspor sendiri berada di jalur yang paling lambat sejak September 2015.

Pasangan mata uang ini memiliki level support terdekat di 117.00 dan level resisten di 118.00