Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Serangan Kimia Dibalas Dengan Gempuran Roket AS | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo

RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo – Semarang,Militer Amerika Serikat melancarkan serangan tiba-tiba ke Suriah pada Kamis malam (6/4/2017) waktu setempat.

Serangan ini menjadi serangan langsung pertama pihak AS kepada Pemerintahan Suriah.

Selain itu juga menjadi perintah militer paling dramatis pertama yang diambil Donald Trump sejak memegang jabatan sebagai Presiden AS.

Seorang pejabat di Washington DC, yang dikutip Associated Press mengungkapkan, aksi ini merupakan pembalasan atas serangan senjata kimia mengerikan, terhadap warga sipil di sana.

Sebelumnya, Trump yang melihat foto-foto anak-anak tewas dalam serangan kimia, menyebut aksi tersebut sebagai aib bagi kemanusiaan dan melanggar banyak batasan.

Sekitar 60 rudal tomahawk AS ditembakkan dari kapal perang yang ada di wilayah Laut Tengah, menyasar sebuah pangkalan udara di Suriah.

AS meyakini Suriah menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam serangan udara menggunakan zat beracun yang diduga sarin.

Hingga Rabu (28/8/2013) malam waktu AS, Presiden Barack Obama memang belum memerintahkan pasukannya untuk menyerang Suriah.

Namun, jika akhirnya Obama menabuh genderang perang, peralatan militer apa saja yang akan digunakan AS dan sekutunya?
Dipastikan pasukan Barat tak akan langsung menggelar serangan darat. Serangan awal agaknya akan dilakukan dengan menembakkan rudal-rudal dari kapal-kapal perang yang sudah bersiaga di Laut Tengah saat ini.

Selanjutnya, AS memiliki cukup kapal perang dan pesawat terbang di kawasan Timur Tengah dan beberapa lokasi lain yang bisa digunakan untuk menggelar serangan militer terbatas.

Sementara para sekutu AS seperti Inggris dan Perancis akan mendukung dengan persenjataan mereka sendiri seperti rudal SCALP/Storm yang dikembangkan kedua negara ini.

Berikut jajaran peralatan militer yang akan digunakan AS untuk menyerang Suriah:

Kapal perusak

AS memiliki empat kapal perusak di Laut Tengah, yaitu USS Gravely, USS Barry, USS Rampage, dan USS Mahan. Setiap kapal perang bisa membawa 90-96 rudal Tomahawk.

Namun, jumlah persenjataan yang bisa diusung keempat kapal ini sangat tergantung jenis senjata dan sistem yang dibutuhkan.

Tomahawk tampaknya akan menjadi pilihan utama karena memiliki daya jelajah 1.000 kilometer dan bisa digunakan untuk menembak sasaran di Suriah dalam jarak yang sangat aman.

Kapal selam

AS saat ini memiliki 58 kapal selam dengan kemampuan meluncurkan rudal Tomahawk, empat kapal selam di antaranya dirancang khusus untuk mampu membawa hingga 154 rudal.

Angkatan Laut AS tidak memberi informasi keberadaan kapal-kapal selam itu, tetapi satu atau dua kapal selam bisa dikerahkan dalam waktu cepat jika diperintahkan.

Pesawat pembom, B-52 Stratofortress.(IST)

Pesawat pengebom

Sederet pesawat pengebom B-1, B-2, dan B-52 dengan kemampuan membawa bom udara ke darat secara konvensional siap dikerahkan saat dibutuhkan.

Pesawat-pesawat pengebom ini dapat terbang langsung dari pangkalan-pangkalan mereka di AS atau di tempat lain.

Kapal induk

Kapal induk USS Harry Truman saat ini berada di Laut Arab dan USS Nimitz tengah berlayar di Samudera Hindia. Pesawat tempur dari kedua kapal induk ini bisa dikerahkan untuk menyerang Suriah.

Namun, tampaknya kapal-kapal induk ini tidak akan digunakan dalam operasi militer ke Suriah. Sebab, penggunaan kapal induk membutuhkan operasi militer yang lebih kompleks.

AS harus menghancurkan sistem pertahanan udara Suriah sebelum mengirim pesawat-pesawat tempur dari kedua kapal induk itu ke Suriah.

USS Nimitz berpengalaman mendukung operasi militer AS di Afganistan dan akan digantikan USS Harry Truman.

Kapal perang amfibi

USS Kearsage baru saja selesai merapat di sebuah pelabuhan di kawasan Teluk dan siap untuk kembali bertugas. Kapal ini mengangkut pasukan marinir AS.

Namun, kapal ini juga tak akan bergabung dalam operasi militer terbatas di Suriah.

Pangkalan udara AS

AS memiliki sejumlah pangkalan udara di beberapa kawasan yang bisa mendukung operasi militer di Suriah.

Namun, pengerahan pasukan tambahan dari berbagai pangkalan ini juga tampaknya tak akan diperlukan.