Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Sempat Tertekan, IHSG Bangkit | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo – Semarang,?Tekanan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus berlanjut, pada penutupan kemarin saja IHSG ditutup melemah hingga 1,33 persen atau 69,52 poin ke level 5.146.

Minimnya sentimen positif yang datang untuk mendongkrak IHSGdan capital outflow yang masih terus terjadi menjadi penyebabIHSG betah untuk berlama-lama di zona merah.

“Minimnya sentimen positif serta masih terjadinya capital outflow menjadi penekan IHSG,” papar Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya dalam risetnya, Kamis (15/9/2016).

Menurut William, kondisi IHSG yang masih betah melaju di zona merah tersebut dapat dimanfaatkan para investor untuk melakukan akumulasi beli.

“Momentum koreksi masih menjadi peluang untuk melakukan akumulasi pembelian,” ucapnya.

Beberapa saham yang dapat dijadikan rekomendasi pada perdagangan hari ini diantaranya.

1. Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)

2. Saham PT Alam Sutera Realty tbk (ASRI)

3. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

4. Saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

5. Saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

6. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

7. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

8. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

9. Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Sebanyak sembilan dari 10 indeks sektoral pendukung bursa dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (15/9/2016). Dengan demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik di level 5.160,74.

Dari data RTI pukul 09.04 WIB, IHSG sudah naik 0,41 persen atau naik 21,14 poin ke level 5.167,18.

Dari 10 indeks sektoral pendukung bursa, hanya sektor perkebunan saja yang ditutup melemah 0,14 persen.

Sebanyak 70 saham dibuka naik, 36 saham dibuka turun dan 68 saham dibuka tetap. Tapi aksi jual portofolio masih berpotensi mendorong penurunan indeks. Di data RTI, net foreign sell di semua papan perdagangan mencapai Rp 1,9 miliar.

Saham-saham pendorong bursa antara lain TAXI, EXCL, ICBP, ASII,TLKM, BBCA. Sedangkan saham pemberat bursa yakni MAIN, MNCN, KLBF, dan AKRA.

Faktor bursa global juga bisa mempengaruhi penurunan indeks hari ini. Sebelumnya Bursa saham di Amerika Serikat (AS) atau sering disebut Wall Street ditutup turun pada perdagangan Rabu sore waktu setempat atau Kamis (15/5/2016) pagi waktu Indonesia bagian barat.

Indeks Dow Jones turun 0,18 persen, indeks S&P 500 turun 0,06 persen dan indeks Nasdaq Composite naik 0,36 persen.

Ada dua sebab penurunan Wall Street pada perdagangan hari ini.

Pertama, Wall Street turun akibat kegalauan investor menunggu naik tidaknya suku bunga acuan AS oleh bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed. Penyebab kedua, harga minyak yang kembali turun membuat saham-saham sektor energi kembali anjlok.