Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Sempat Pulih, Aussie Melemah Kembali

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Dollar Australia pulih setelah sempat melemah pada awal sesi hari Senin, seiring kenaikan harga?komoditas di tengah ekspektasi bahwa bank sentral global akan membeirkan stimulus tambahan untuk meredam dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Pemilu Australia akhir pekan lalu tidak menghasilkan pemenang setelah lebih dari 2/3 suara dihitung, menekan nilai tukar aussie pada awal sesi.

Namun bursa saham Australia dan aussie berhasil rebound setelah Moody’s Investors Service mengatakan ketidakpastian politik jangka pendek hanya berdampak sedikit terhadap rating AAA milik Australia.

Reserve Bank of Australia (RBA) akan menggelar pertemuan dewan kebijakan bulan Juli pada hari Selasa, dan sebagian besar ekonom memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada rekor rendah 1.75%.

Namun sejumlah analis mengatakan bahwa RBA mungkin akan mensinyalkan pelonggaran kebijakan di masa mendatang pasca terjadinya Brexit, yang mana memicu kekacauan pada pasar keuangan dan menguatkan kecemasan mengenai pukulan lebih lanjut bagi laju pertumbuhan global.

Dollar Australia melemah tipis pada hari Selasa seiring investor yang sedang menunggu keputusan kebijakan moneter pada siang nanti, sementara itu mata uang utama lainnya masih diperdagangkan netral dengan ditutupnya pasar AS pada hari Senin karena hari Kemerdekaan Amerika.

Aussie melemah tipis sekitar 0.2% di level 0.7525, meskipun tidak terlalu jauh dari level tertinggi dalam sepekan di level 0.7545 yang dicapai pada hari Senin.

Reserve Bank of Australia diperkirakan akan melewatkan kesempatan untuk melakukan pelonggaran kembali karena mereka masih menunggu data harga konsumen kuartal kedua pada tanggal 27 Juli, namun pasar bertaruh untuk adanya pemangkasan di bulan Agustus mengingat masih rendahnya inflasi dan ketidakpastiakn pasar keuangan setelah Inggris keluar dari Uni Eropa.