Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

SATELIT TELKOM 1 SUDAH WAKTUNYA DINON AKTIFKAN | RIFAN FINANCINDO

rifan semarang

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menegaskan kelanjutan nasib satelit Telkom 1 yang menghadapi anomali pada Jumat (25/8).

Menurutnya, gangguan yang dihadapi besar kemungkinan akan berujung pada berakhirnya masa operasional satelit Telkom 1. Hal itu ditegaskannya usai melakukan pertemuan dengan Dirut PT Telkom, Alex J. Sinaga terkait kelanjutan satelit Telkom 1.

“Satelit Telkom 1 tidak bisa diapa-apakan lagi, secara teknis sudah tidak akan berfungsi normal karena terjadi glitch di atas,” ungkap saat ditemui di Grha XL, Jakarta, Selasa (29/8).

Padahal, Lockheed Martin, pabrikan satelit Telkom 1 menilai satelit ini dalam kondisi baik dan seharusnya masih layak pakai sampai 2019 nanti.

Untuk menjaga slot Telkom 1 yang kosong, Rudi menegaskan pemerintah akan membantu Telkom melakukan suspen atas slot tersebut. Mengingat, slot yang kosong itu rencananya akan ditempati satelit Telkom 4 yang akan diluncurkan pertengahan 2018 nanti.

Untuk mengatasi hal itu, Rudi menegaskan salah satu solusinya yakni sesegera mungkin memindahkan data pengguna, apapun konsekuensinya.

“Itu kelangsungan bisnis juga, bukan hanya dilihat kelangsungan bisnis Telkom. Tapi demi bisnis penggunanya juga yaitu perbankan, VSAT, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Sementara itu, Rudiantara menduga salah satu penyebab anomali satelit Telkom 1 lantaran fuel atau baterai yang tidak bisa berfungsi sehingga harus segera dikeluarkan dari orbit.

“Kalau saya cek, mungkin baterainya sudah tidak berfungsi. Kalau sudah begini, sisa baterai dipakai untuk keluar dari orbit. Tentu secara tekni satelitnya sudah tidak bisa dipakai lagi,” imbuhnya menambahkan.

Terkait usia orbit satelit yang disebutnya sudah tua, ia mengatakan umumnya usia satelit hanya mencapai 15 tahun. Usia satelit Tekom 1 yang mencapai 18 tahun menurutnya lantaran ada perjanjian khusus antara Telkom dan Lockheed Martin.

“Pihak Telkom dan Lockhead Martin sampai saat ini masih melakukan investigasi kenapa bisa tidak berfungsi. Memang secara umum satelit beroperasi hingga 15 tahun, tetapi dengan perjanjian khusus antara Telkom dan Lockhead Martin usianya bisa lebih dari itu mencapai 18 atau 20 tahun,” pungkasnya.

Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamludin, menyatakan kemungkinan Telkom 1 sudah terlalu tua sehingga mengalami gangguan yang saat ini dirasakan 63 pelanggannya di seluruh Indonesia dan asing. Menurut informasi yang diterimanya, satelit tersebut tidak keluar dari orbit seperti yang dirumorkan sebelumnya.

“Tampaknya tidak keluar dari orbit, informasi yang diterima di mitigasi bukan karena bergeser dari orbit,” kata Thomas saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (28/8).

Kendati demikian, LAPAN mengaku masih perlu melakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya. LAPAN menjabarkan sejatinya ada beberapa faktor yang kerap memengaruhi kinerja satelit, yakni cuaca antariksa atau gangguan orbit lain, Namun, Thomas menegaskan dua gangguan serupa nampaknya bukan jadi penyebab utama anomali satelit Telkom-1.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Alex J. Sinaga menerangkan bahwa pihaknya bersiap meluncurkan satelit Telkom 4 pada pertengahan tahun depan. Merujuk pada pengecekan kondisi setahun silam dengan pabrikan satelit Lockheed Martin, Alex menjelaskan masa orbit Telkom 1 baru habis pada 2018, meski diperkirakan masih bisa beroperasi hingga 2019.
“Dari cuaca antariksa sedang kondisi tenang, jadi kemungkinan bukan karena itu. Yang jelas kemungkinan yang bisa diduga sejauh ini karena emang usia satelit Telkom 1 yang sudah cukup tua, 18 tahun, padahal umur rata-rata [satelit] sekitar 15 tahun. Hal itulah yang membuatnya menghadapi gangguan sistem satelit karena umurnya yang sudah tua,” lanjutnya.

Melakukan Migrasi Secepatnya

Untuk melakukan proses pemulihan, Thomas berharap Telkom bisa sesegera mungkin melakukan migrasi penggunaan satelit Telkom 1. Migrasi bisa dilakukan dengan menggunakan Telkom 3S yang baru diluncurkan.

Jika merunut pada usia kewajaran operasional satelit, Thomas menegaskan sewajarnya Telkom sudah menerbangkan satelit pengganti ketika salah satu satelitnya mulai uzur.


“Slot Telkom 1 itu memang sudah kami rencanakan untuk Telkom 4. Rencana meluncur pertengahan 2018 nanti,” ujar Alex, di Graha Merah Putih, Jakarta, Senin (28/8).

Telkom sendiri belum menyebutkan hasil investigasi mereka bersama Lockheed Martin mengenai masih mampu atau tidaknya Telkom 1 kembali beroperasi secara normal. Namun jikalau tidak, perusahaan telah menyiapkan proses pemulihan dengan menggunakan Telkom-2, Telkom 3S dan satelit asing non telkom.

Layanan satelit Telkom Indonesia ditargetkan akan kembali normal pada 10 September mendatang. Pemulihan akan dilakukan secara bertahap. Hingga Senin (28/8) siang, pemulihan disebut baru mencapai 17 persen.

rifan financindorifanfinancindopt rifan financindorifan financindo berjangkarifanfinancindo berjangkarifanberjangkarfinancindorfberjangkarfbrifanberjangkarifan financindo semaranginvestasi onlineinvestasi komoditiinvestasi legal, pt rifan financindo berjangka, pt rifan financindo semarangrifanfinancindoberjangka,ptrifanfinancindoberjangka`