Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Satelit C-Band Untuk Indonesia | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,?Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai satelit yang memiliki pita frekuensi C-Band dianggap paling cocok untuk dipancarkan ke seluruh wilayah Indonesia.

C-Band memiliki besaran 3.7 GHz hingga 4.2 GHz untuk downlink dan 5.925 GHz hingga 6.425 GHz untuk uplink. Frekuensi yang dimiliki pita C tergolong kecil di banding pita frekuensi terbaru seperi Ku-Band atau Ka-band.

Kelebihan utama C-band mampu menghadapi cuaca buruk seperti hujan atau badai. Indonesia adalah negara yang hingga saat ini masih menggunakan satelit dengan tenaga frekuensi pita C meskipun kuotanya telah penuh.

“Kami percaya bahwa salah satu frekuensi pada satelit, yaitu frekuensi C-Band, adalah yang paling cocok dan intensif digunakan oleh Indonesia,” kata Sekjen Kominfo Farida Dwi Cahyarini, seperti dikutip detikINETdari situs Kominfo, Selasa (13/9/2016).

Menurutnya, banyak negara lain yang terletak di dekat khatulistiwa dengan kelembaban tinggi dan redaman hujan juga mengembangkan komunikasi satelit.

“Negara-negara itu menggunakan frekuensi C-Band yang dapat menjadi infrastruktur telekomunikasi, khususnya untuk daerah yang kurang terlayani,” jelas Farida lebih lanjut.

Dijelaskan olehnya, komunikasi satelit penting bagi wilayah Indonesia yang berada di kawasan ring of fire. Rangkaian gunung berapi aktif dipadu dengan lautan dengan potensi tsunami yang ada di Indonesia potensial terjadi bencana alam sewaktu-waktu.

“Kita mengingat kembali saat terjadi bencana tsunami di Aceh dan Nias yang menghancurkan infrastruktur telekomunikasi. Semua komunikasi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan jaringan satelit,” tuturnya.

Dikatakannya, Indonesia sudah punya pengalaman dengan satelit sejak 1976, ketika Indonesia meluncurkan satelit pertama Palapa A-1. Hingga kini, satelit sangat penting bagi Indonesia, terutama untuk membangun infrastruktur broadband di daerah terlayani dan belum terlayani.

Farida memamaparkan upaya Pemerintah Indonesia menjangkau wilayah Indonesia yang belum terlayani dengan jaringan telekomunikasi. Jalur telekomunikasi dibangun melalui serat optik dan kabel teresterial sebagai infrastruktur broadband yang disebut sebagai Palapa Ring.

“Palapa Ring adalah jaringan nasional yang akan menjadi tulang punggung Indonesia. Ini teknologi informasi dan komunikasi yang menghubungkan tujuh pulau utama, 33 provinsi, dan 460 kabupaten dengan jumlah 13.000 km serat optik. Palapa Ring dan jaringan satelit secara bersamaan akan mencakupi layanan telekomunikasi broadband di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Chief of Space Service Departement (SSD), Radio communication Bureau, International Telecommunication Union (ITU), Yvon Henri menyatakan satelit mempunyai peran yang semakin penting dalam kehidupan sehari-hari dengan menyediakan cakupan di mana-mana.

“Baik untuk penyaluran program televisi dan penyiaran, jaringan seluler infrastruktur backhaul, global positioning dan navigasi, meteorologi dan pemantauan sumber daya bumi, akses internet dan telekomunikasi di daerah terpencil atau dalam situasi darurat, dan komunikasi keselamatan,” pungkasnya.