Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Eropa Naik, Saham HK Ke Level Terendah | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang, Sektor perbankan dan pertambangan sekali lagi memberikan dukungan utama untuk saham-saham Eropa di tengah lanjutan optimisme investor tentang keuntungan dari kepemimpinan Donald Trump, bahkan sekalipun terjadi penurunan pada saham-saham yang berhubungan dengan sektor energi.

UBS Group AG dan HSBC Holdings Plc memberikan kontribusi paling besar disaat indeks pemberi pinjaman mencapai level tertingginya sejak Januari karena spekulasi bahwa Trump mungkin melonggarkan peraturan industri. Produsen komoditas naik seiring pengyatan pada logam dasar, dengan Rio Tinto Group dan BHP Billiton Ltd naik setidaknya 2,5 persen. Total SA dan Eni SpA memimpin penurunan di antara perusahaan minyak mentah, jatuh ke level terendahnya tiga bulan. RWE AG membantu penurunan utilitas untuk kerugian terbesar pada indeks Stoxx 600 Eropa, turun 3,5 persen setelah membukukan kerugian kuartal ketiga yang lebih buruk dari perkiraan.

Indeks Stoxx 600 naik 0,3 persen pada penutupan perdagangan, setelah sebelumnya naik sebanyak 1,3 persen. Sementara saham itu ditutup 0,4 persen lebih rendah pada Jumat, dan masih membukukan kinerja terbaik mingguan sejak Juli di tengah spekulasi bahwa Trump akan mengejar kebijakan yang ramah bisnis dan kemudahan regulasi pada industri termasuk perbankan. Indeks volatilitas saham kawasan euro naik 1,1 persen hari ini, untuk kenaikan hari kedua. Volume saham berpindah tangan sekitar 17 persen lebih tinggi dari rata-rata 30-harinya.

Pasar saham Hong Kong menyentuh titik terendah sejak 5 Agustus pada hari Senin menyusul terus menguatnya dolar AS yang mendapatkan dorongan ke atas setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS melambungkan yield Treasury.

Indeks Hang Seng turun 1,4 persen untuk ditutup di level 22,222.22, sedangkan Indeks China Enterprises kehilangan 1,0 persen untuk berakhir ke level 9,342.87 poin.

Setelah penutupan pasar pada hari Jumat, pemerintah Hong Kong melaporkan melesunya momentum ekonomi pada kuartal ketiga. Para ekonom mengatakan Hong Kong akan terus menghadapi tekanan dari ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya ketegangan dengan Beijing yang bisa mengancam stabilitas dan menghambat pembuatan kebijakan.

Pada hari Senin, seluruh saham berada di wilayah negatif di Hong Kong, dengan teknologi informasi dan sektor properti memimpin penurunan.

Bursa saham Asia di buka naik karena saham-saham Tokyo mempertahankan keuntungan yang telah mengangkat mereka ke dekat tujuh bulan tertinggi, sementara investor terus memposisikan diri untuk rencana stimulus fiskal Presiden AS terpilih Donald Trump.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen menjadi 134,53 pada pukul 09:13 pagi di Tokyo, setelah turun dalam dua hari. Indeks Topix naik 0,1 persen karena saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. melonjak setelah pendapatan mengalahkan estimasi. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7 persen dan indeks Kospi Korea Selatan sedikit berubah.

Ekuitas Asia stabil setelah aksi jual di tengah spekulasi bahwa janji Trump untuk meningkatkan belanja infrastruktur AS akan mendorong pertumbuhan dan memacu inflasi di ekonomi terbesar dunia, memicu kecepatan kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat dan dolar yang lebih kuat. Kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember naik menjadi 92 persen dari 80 persen pada minggu lalu. Kekhawatiran bahwa Trump akan menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis juga telah mendorong pelarian modal keluar dari pasar negara berkembang.

Indeks Topix naik untuk hari keempat berturut-turut, dan diperdagangkan di level tertinggi sejak April. Ekuitas Jepang telah menjadi yang paling kuat di antara pasar saham Asia karena laju yen tersendat setelah Trump terpilih pada pekan lalu. Mata uang Jepang turun 1,6 persen di New York pada hari Senin, memperpanjang penurunan dalam sebulan sebesar 3,2 persen. Yen menguat 0,3 persen pada awal perdagangan Selasa.

Indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,2 persen karena data menunjukkan industri jasa tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat pada bulan Oktober dari bulan lalu. Pasar saham di Cina dan Hong Kong belum memulai perdagangan, bersama dengan pasar negara berkembang dari Indonesia hingga Filipina.

Setidaknya $ 916 juta telah ditarik dari pasar saham Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand sejak kemenangan Trump pada 8 November lalu yang mengirimkan gelombang kejutan hingga pasar negara berkembang. Pasar saham di Asia Tenggara telah terpukul sangat keras, dengan Indeks Indonesia dan Filipina di antara pasar berkinerja terburuk di dunia di luar Amerika Latin. ekuitas di kawasan ini telah kehilangan banyak keuntungan dalam tahun ini.