Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Brexit Turunkan Saham China

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Saham China jatuh lebih dari 1 persen pada hari Jumat seiring rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa yang berimbas pada bergolaknya pasar keuangan global, namun kontrol modal yang ketat di negara itu menahan penjualan berat yang menghantam pasar Asia lainnya.

Kedua indeks, baik blue-chip CSI300 dan Indeks Komposit Shanghai ditutup turun 1,3 persen ke level 3,077.16 dan 2,854.29 poin, masing-masing. Untuk minggu ini, kedua indeks kehilangan 1,1 persen.

Hasil voting Brexit memukul ekuitas di seluruh dunia, mendorong investor untuk berebut masuk ke aset safe haven seperti utang pemerintah, yen Jepang dan emas.

Namun reaksi dari investor China relatif tenang, dengan beberapa investor tampaknya mengambil keuntungan dari kepanikan untuk bargain hunting.

Shenzhen ChiNext merosot lebih dari 3 persen, tetapi mengakhiri sesi dengan datar.

Bank Rakyat China telah memangkas suku bunga sebanyak enam kali dan juga berulang kali ?menurunkan persyaratan cadangan bank sejak akhir 2014 dalam upaya untuk menopang perekonomian, sementara pemerintah telah menggenjot belanja fiskal, terutama pada proyek-proyek infrastruktur.

Pengertian Brexit

Brexit adalah singakatan dari Britain dan Exit yang kemudian disingkat menjadi Brexit. Hal ini seperti kejadian beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh Yunani dengan singkatan Grexit (Greek Exit). Brexit merupakan sebuah wacana dimana Inggris menyatakan akan meninggalkan/keluar dari Uni Eropa atau tidak sehingga diadakan pengambilan suara (referendum) yang dilakukan oleh para warga negara Inggris dan? 18 warga negara Commonwealth.

Tentang Brexit Dan Pengaruhnya

Referendum Brexit saat ini menjadi suatu hal yang sangat penting bagi para trader forex khususnya yang melakukan trading dengan mata uang GBP (Pound). Pengambilan suara/referendum ini akan diadakan pada Kamis 23 Juni waktu setempat dimana akan ada pengumuman keputusan Inggris Raya tetap bergabung dengan Uni Eropa atau keluar.

Pada awalnya, Perdana Menteri David Cameron berjanji akan mengadakan referendum jika ia berhasil memenangkan pemilihan umum 2015 ketika menanggapi para anggota parlemen bahwa Inggris tidak mempunyai hak suara di Uni Eropa sejak tahun 1975. Pada saat itu Cameron menyatakan ?Ini saatnya bagi warga negara Inggris untuk mengambil hak suaranya. Ini adalah waktu yang tepat untuk menyelesaikan urusan Uni Eropa dalam politik Inggris?.

Warga Negara Inggris, Irlandia dan lebih dari 18 warga negara Commonwealth lainnya yang tergabung dalam Inggris raya siap mengambil keputusan apakah Inggris tetap tergabung didalam Uni Eropa atau meninggalkannya pada 23 Juni nanti.

Brexit adalah suatu agenda politik yang penting dan dapat memberi dampak terhadap pasar keuangan Eropa nantinya. Pada Januari David Cameron berusaha membuat kesepakatan dengan para pemimpin Uni Eropa untuk mengubah kedudukan keanggotaan Inggris di Organisasi tersebut. Dia mengatkan bahwa kesepakatan yang adil adalah jika ingin Inggris tetap tergabung didalam Uni Eropa maka Inggris harus mendapatkan status ?khusus? dari 28 negara anggota lainnya. Dimana hal tersebut akan membuat hak suara Inggris dipertimbangkan oleh negara anggota lainnya, seperti tingkat imigrasi yang tinggi dan menyerahkan Inggris untuk mengontrol perkembangan usahanya sendiri dalam segala aspek.

Para analis dan ekonom sedikit menyindir dari isi kesepakatan tersebut, dimana kesepakatan itu akan membuat perbedaan yang tidak lebih baik dari apa yang telah Cameron janjikan yaitu referendum.

Poin utama dalam kesepakatan tersebut diantaranya :

Pembayaran Kesejahteraan Imigran : Cameron menyatakan akan memotong nilai keuntungan dari para pekerja yang berasal dari Uni Eropa saat mereka mendapatkan pekerjaan di Inggris dan dapat menghentikan jumlah orang yang datang di Inggris dalam jumlah besar. Para pendatang baru tidak akan mendapatkan klaim kredit pajak dan tunjangan kesejahteraan lainnya.

Mempertahankan Poundsterling : Cameron mengatakan bahwa Inggris tidak akan bergabung dengan Euro. Dia juga menjamin bahwa negara-negara Eropa lainnya tidak akan mendiskriminasi Inggris karena menggunakan mata uang yang berbeda. Semua mata uang British yang mengalami Bail Out dari negara Eropa yang memiliki masalah akan segera diganti dengan mata uang lain.

Tunjangan Anak : Para buruh Imigran masih dapat memberikan tunjangan anak ke negara asalnya, dimana biaya tunjangan diambil dari patokan biaya hidup dari negara asal, bukan dari Inggris.

Industri London : Perlindungan bagi industri jasa keuangan di Inggris yang berpusat di London secara penuh dikontrol oleh Inggris sendiri, sehingga Eropa tidak perlu ikut campur terhadap segala urusan keuangan yang terjadi di Inggris.

Menjalankan usaha Sendiri : Untuk pertama kalinya komitment bahwa Inggris bukan negara serikat dengan negara-negara anggota Eropa lainnya. Cameroon ingin menerbitkan peraturan yang menjamin tidak akan adanya campur tangan dari luar Inggris terhadap setiap usaha yang dilakukannya. Sehingga Inggris mampu menjalankan setiap usaha mereka sendiri.

Sebagian warga negara Inggris menginginkan keluar dari Uni Eropa, namun setengahnya menyatakan ingin terus tergabung bersama Uni Eropa dimana hasil saat ini sebelum referendum masih berimbang. Banyaknya tuntutan dari Inggris membuat Uni Eropa terlalu berat untuk mengabulkannya. biaya keanggotaan senilai miliaran pound yang disetorkan per tahun, sedikitnya hak kontrol terhadap wilayah perbatasan, dan terlalu banyak jumlah imigran yang datang ke Inggris membuat Inggris harus mengambil wacana tentang keluarnya mereka dari Uni Eropa. Hal tersebut tentu berlawanan dengan aturan yang digunakan oleh negara anggota Eropa, seperti misalnya warga negara Uni Eropa tidak perlu menggunakan VISA untuk pergi dan tinggal di negara Eropa lainnya. Selain itu Inggris ingin mandiri dan berdiri sendiri, dimana mereka juga menolak sebuah wacana didirikannya negara gabungan ?United States of Europe?.

Selain beberapa faktor yang menjadi penyebab Inggris ingin keluar dari Uni Eropa, namun ada juga faktor yang sebenarnya menguntungkan Inggris untuk tetap bertahan di Uni Eropa.

David Cameron sebagai Perdana Menteri Inggris menyatakan bahwa ia ingin Inggris tetap bersama Uni Eropa, dengan syarat segara permintaan dan kesepakatan yang ia tuntut diterima oleh Negara anggota Eropa lainnya. Selain itu Partai Buruh, SNP, Plaid Cymru dan Lib Dems juga mendukung Inggris untuk tetap bergabung. Disisi lain, Barack Obama juga menginginkan Inggris untuk tetap bersama Uni Eropa seperti Perancis dan Jerman.

Penjualan barang-barang Inggris ke negara-negara Uni Eropa sangat mudah, serta aliran imigran dalam jumlah besar dimana sebagian besar adalah anak muda yang ingin bekerja di Inggris bisa menjadi pondasi kuat dalam pertumbuhan ekonomi menjadi faktor penting bagi Inggris untuk tetap tergabung di Uni Eropa. Selain itu status Inggris dimata dunia dianggap lebih aman bersama 28 anggota negara lainnya dibanding jika berjalan sendirian merupakan faktor penting bagi Inggirs untuk tetap bertahan.

Pengaruh Brexit terhadap perekonomian sangat besar. Dimana jika Inggris masih tetap tergabung dengan Uni Eropa perputaran bisnis menjadi lebih mudah. Perpindahan uang, imigran dan produksi dari Inggris ke antar negara Eropa bukan menjadi masalah dan tidak berbelit-belit.