Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham China di HongKong Melemah

pt rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Saham China yang diperdagangkan di Hong Kong turun dari tiga minggu tertinggi, dengan perusahaan-perusahaan energi menurun di tengah kemerosotan harga minyak.

Indeks Hang Seng China Enterprises turun 1,1 %, dengan PetroChina Co dan China Petroleum dan Chemical Corp diantara yang mengalami penurunan terbesar. Indeks Shanghai Composite naik 0,3 %. Saham China menguat pada hari Senin di tengah spekulasi bangsa dapat memberikan stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi setelah data pekan lalu menunjukkan keuntungan di sektor industri dan indeks manufaktur resmi melambat dari bulan sebelumnya.

Indeks Hang Seng China Enterprises diperdagangkan di level 8,709.48 pada pukul 09:38 pagi waktu Hong Kong, sementara Indeks Shanghai Composite menguat ke level 2,998.8. Indeks CSI 300 naik 0,1 %, sedangkan Indeks Hang Seng Hong Kong, pada Senin menghapus kerugian akumulasi setelah U.K. memilih untuk meninggalkan Uni Eropa, melemah ?1 %.

Saham Jepang turun, dengan ekuitas acuan jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir diiringi penguatan yen sementara perusahaan minyak turun karena harga minyak mentah merosot.

Indeks Topix turun 0,7 % ke level 1,253.24 pada istirahat perdagangan di Tokyo, dengan penjelajah energi dan asuransi yang mengalami penurunan terbesar diantara 33 kelompok industri. Indeks tersebut menguat 0,6 % pada hari Senin, memperpanjang lonjakan menjadi 4,2 % dari pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0,9 % pada hari Selasa, sementara yen menguat 0,6 % ke level 102,06 per dolar. Minyak berjangka di New York merosot 1,1 5 dari penutupan hari Jumat.

Saham Asia melemah mengikuti penurunan ekuitas Eropa seiring munculnya kembali kekhawatiran terhadap perdagangan pasca Brexit pada pekan lalu. Sementara perak naik dengan yen dan Treasuries tengah meningkatnya permintaan untuk investasi haven.

Ekuitas regional raih reli selama empat hari, dengan saham bank-bank dan energi memimpin kerugian diikuti harga minyak mentah Brent turun untuk hari kedua, sedangkan nikel tergelincir dari level delapan bulan tertinggi. Perak memperpanjang lonjakan menjadi hari keenam, diperdagangkan mendekati harga tertinggi sejak 2014 dengan emas. Imbal hasil obligasi AS dengan tenor 10 tahun mulai hari minggu lebih tinggi, mendapatkan dengan utang pemerintah Australia karena dolar lokal jatuh di tengah kebuntuan politik menjelang peninjauan suku bunga. Yen menguat untuk kedua kalinya dalam tiga sesi.

Memuncaknya spekulasi keputusan U.K. untuk meninggalkan Uni Eropa akan memicu stimulus lebih lanjut dari Jepang ke Eropa didukung pemulihan aset berisiko dan permintaan didukung untuk logam mulia dan bahan baku lainnya yang tidak membayar pada hasil. Kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada tahun ini telah merosot ke 12 %, dengan prospek perlambatan pertumbuhan global yang mengancam rencana untuk menaikan suku bunga sebanyak dua kali di tahun 2016. Ekonom memproyeksikan pembuat kebijakan Australia akan mempertahankan suku bunga pada rekor rendah setelah pemilihan akhir pekan lalu gagal menghasilkan pemenang, meningkatkan kesempatan bagi parlemen.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 % pada pukul 9:31 pagi waktu Tokyo, setelah menghentikan reli terpanjang pada hari Senini dalam sekitar satu bulan terakhir, keuntungan yang terhenti di level tertinggi sejak 9 Juni.