Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Turun Diikuti Saham Jepang

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Saham Jepang turun, setelah Indeks Topix mencatatkan pekan terbaik sejak April, seiring penguatan yen dapat membebani sektor eksportir dan investor menunggu petunjuk lebih lanjut dari para pembuat kebijakan global terkait stimulus.

Indeks Topix turun 0,4 % ke level 1,248.93 pada pukul 09:00 pagi waktu Tokyo, setelah melonjak 4,2 % pada pekan lalu untuk ditutup lebih dari setengah dari penurunan menyusul pemlihan suara U.K. untuk meninggalkan Uni Eropa. Kenaikan terjadi karena pejabat dari Inggris ke Jepang mengindikasikan bahwa mereka akan bertindak untuk menahan dari dampak potensial dari keputusan Brexit. Yen diadakan di level 102,50 per dolar setelah naik 0,7 % pada hari Jumat. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0,5 % pada hari Senin setelah menguat 4,9 % pada pekan lalu.

Sementara saham Jepang rebound pekan lalu, pemulihan tidak terjadi di pasar Asia lainnya, mayoritas telah menelusuri kembali kerugian mereka setelah warga Inggris memberikan kejutan. Indeks Topix turun 7,3 % sehari setelah referendum karena yen melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Ekuitas Jepang adalah kenierja terburuk kedua pada tahun ini di antara 24 pasar negara berkembang yang dilacak oleh Bloomberg, dengan Topix anjlok sebesar 19 %.

Saham Asia melemah, dengan indeks acuan regional turun dari kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari dua bulan terakhir mengikuti kemerosotan saham Jepang di tengah penguatan yen.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2 % ke level 129,36 pada pukul 09:03 pagi waktu Tokyo. Indeks tersebut naik 3,5 % pada pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak April seiring bank sentral untuk Eropa, Jepang, dan Inggris menunjukkan kesiapan mereka untuk pelonggaran kebijakan untuk menangani dampak dari penyuaraan Brexit.

Indeks S & P / ASX 200 Australia sedikit berubah. Pemilihan nasional hari Sabtu meninggalkan tidak partai besar dengan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan mayoritas, berpotensi untuk meningkatkan risiko guna peringkat kredit negara atas.

Demikian kutipan Rifan Financindo Berjangka dari Bloomberg.