Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Tak Menentu

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Bursa Hong Kong menguat pada hari Rabu, karena data perdagangan China yang lebih lemah dari perkiraan diperkuat ekspektasi investor bahwa Beijing akan meluncurkan stimulus lebih banyak dalam beberapa bulan mendatang.

Indeks Hang Seng naik 0,5 persen menjadi 21,322.37 poin, sedangkan Indeks China Enterprises naik 0,6 persen menjadi 8,909.06.

Total volume perdagangan perusahaan yang termasuk dalam indeks HSI adalah 1,9 miliar saham.

Data perdagangan bulan Juni menunjukkan bahwa ekspor China turun 4,8 persen dari tahun sebelumnya, lebih buruk dari penurunan 4,1 persen yang diharapkan para analis. Impor China juga turun lebih dari yang diharapkan.

Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian, mengikuti reli terbesar tiga harinya sejak Agustus, karena yen menguat dan investor yang berspekulasi tentang rincian rencana stimulus pemerintah.

Indeks Topix naik 0,2 persen ke 1,303.19 pada 09:07 pagi di Tokyo, setelah jatuh sebanyak 0,1 persen. Indeks tersebut menguat sebesar 7,5 persen selama tiga sesi sebelumnya. Nikkei 225 Stock Average naik 0,4 persen ke 16,293.13. Yen naik 0,3 persen ke 104,22 terhadap dolar, naik untuk hari kedua. Indeks ?S & P 500 ditutup sedikit berubah pada rekor tinggi.

Indes Topix Rabu kemarin mendapatkan kembali kerugiannya pasca keputusan U.K. pada 23 Juni untuk keluar dari Uni Eropa. Partai berkuasa Perdana Menteri Abe mendapatkan suara mayoritas dalam pemilihan majelis tinggi pada hari Minggu, dan perdana menteri mengulangi janjinya untuk mengambil tindakan “berani” pada perekonomian. Dengan tidak adanya rincian lebih lanjut tentang rencana tersebut, spekulasi bahwa Jepang dapat mempertimbangkan untuk memunculkan langkah yang disebut helicopter money, prospek tersebut disangkal oleh Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.

Saham Asia berayun antara keuntungan dan kerugian terkait penurunan saham energi dengan minyak mentah sementara perusahaan kesehatan dan konsumen bahan baku menguat.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen ke 132,97 pada 09:06 pagi di Tokyo setelah jatuh sebanyak 0,1 persen. Indeks tersebut mencatatkan kenaikan tiga hari terbesarnya sejak April sampai Rabu kemarin, karena saham Jepang menghapus kerugian pasca Brexit mereka di tengah tanda-tanda bahwa pemerintah akan menambah stimulus. Indeks Topix naik 0,2 persen pada hari Kamis setelah melemah 0,1 persen.

Indes S & P / ASX 200 Australia sedikit berubah dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,3 persen. Indeks S & P / NZX 50 Selandia Baru naik 0,2 persen, menuju ke dekat rekornya setelah melonjak lebih dari indeks pasar negara maju utama lainnya tahun ini.