Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Sesi Pagi Lesu, Melanjutkan Penurunan

rifan financindo

Rifan Financindo – Semarang,?Bursa saham Hong Kong berakhir sedikit berubah pada hari Selasa, beristirahat setelah mencapai level delapan bulan di tertinggi pada sesi sebelumnya, seiring penurunan pada saham IT dan utilitas mengimbangi keuntungan saham energi dan properti.

Indeks Hang Seng melemah 0,1 persen untuk mengkahiri hari di level 22,465.61 poin, sedangkan Indeks China Enterprises menguat 0,3 persen ke level 9,301.17 poin.

Pasar tidak terpengaruh oleh data yang menunjukkan bahwa inflasi harga konsumen China turun ke posisi enam bulan terendah, bahkan meskipun penurunan panjang harga produsen terus melemahg sehingga mengurangi tekanan pada neraca beberapa perusahaan, khususnya di industri berat.

Penurunan pada saham IT sebesar 0,4 persen dan saham utilitas sebesar 0,2 persen mengimbangi keuntungan dalam saham energi dan properti.

Saham energi naik 0,6 persen, sementara saham properti naik 0,5 persen.

Pengembang China Evergrande Group naik 0,9 persen, memperpanjang keuntungan untuk hari keempat berturut-turut. Saham mencapai level tertinggi tiga bulan setelah perusahaan mengatakan telah membeli saham perusahaan saingan Vanke dan mengangkat sahamnya di perusahaan perdagangan barang Langfang Development Co Ltd menjadi 15 persen.

Saham Jepang melemah untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir, dengan penurunan tiremakers dan asuransi terkemuka, setelah yen menguat karena minat terhadap aset berisiko menurun menjelang liburan nasional.

Indeks Topix turun 0,4 % ke level 1,312.60 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo. Penurunan ini mengikuti kenaikan 2,9 % dalam dua sesi terakhir, keuntungan tersebut yang terbesar dalam sekitar satu bulan. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0,5 %. Yen diperdagangkan pada level 101,88 per dolar setelah menguat 0,6 % pada hari Selasa. Pasar financial Jepang ditutup pada hari Kamis untuk liburan Mountain Day.

Di AS, data terbaru menunjukkan produktivitas pekerja Amerika secara tiba-tiba menurun untuk kuartal ketiga berturut-turut, dengan ukuran output karyawan per jam lebih rendah pada tingkat tahunan 0,5 % untuk periode April hingga Juni. Ini dapat melemahkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga di AS, yang akan menambah tekanan pada yen terhadap dolar, kata Ohta.

Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,1 % setelah ukuran yang mendasari ditutup sedikit berubah pada hari Selasa.

Saham Asia turun dari hampir satu tahun terakhir mengikuti pelemahan ekuitas Jepang setelah yen rebound dan perusahaan komoditas memimpin koreksi di seluruh wilayah.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2 % ke level 138,35 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo setelah penutupan hari Selasa berada di level tertinggi sejak 11 Agustus. Saham material dan perawatan kesehatan mengalami penurunan terbesar di Indeks acuan regional. Indeks Topix Jepang melemah 0,5 %, dengan sektor eksportir membantu mengirimkan indeks acuan yang lebih rendah karena yen raih gain sebesar 0,6 % terhadap dolar.

Penurunan hari Rabu di saham Asia terjadi setelah ekuitas Asia melonjak sekitar 23 % dari level terendahnya pada bulan Februari, mengabaikan efek pemilihan suara di Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa seiring bank sentral melepaskan pelonggaran moneter lebih lanjut sedangkan data ekonomi memacu kepercayaan di ekonomi terbesar dunia. Namun, penurunan pada minyak berlanjut dapat membebani optimisme investor, dan kedua saham China dan Jepang telah merosot pada tahun ini bahkan indeks acuan regional pulih.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2 % pada hari Rabu. Indeks S & P / ASX 200 Australia melemah 0,1 %, seperti halnya Indeks S & P / NZX 50 Selandia Baru. Sementara pasar financial di China dan Hong Kong belum memulai trading.