Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Menurun Pada Sesi II

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo – Semarang,?Bursa saham Jepang turun untuk hari ketiga setelah yen melonjak karena rincian paket stimulus pemerintah mengecewakan para investor. Broker dan pengembang real-estate memimpin penurunan.

Indeks Topix melemah 2,2 persen menjadi 1,271.98 pada penutupan perdagangan di Tokyo, dengan semua 33 kelompok industri melemah. Indeks Nikkei 225 Stock Average merosot 1,9 persen. Yen diperdagangkan di 100,90 dolar setelah menguat 1,5 persen pada hari Selasa karena paket belanja sebesar 28 triliun yen ($ 277 miliar) gagal untuk menyalakan optimisme bahwa Jepang dapat menghidupkan kembali perekonominya.

Kabinet Jepang mengumumkan pengeluaran ekstra untuk tahun fiskal saat ini sebesar 4.6 triliun yen ($ 45 miliar), setelah Perdana Menteri Shinzo Abe berupaya untuk meningkatkan perekonomian tanpa meninggalkan target untuk meningkatkan kesehatan fiskal. Paket tersebut akan mencakup 13.5 triliun yen dari kebijakan fiskal, termasuk 7.5 triliun yen belanja baru mulai tahun ini, dan 6 triliun yen untuk low-cost loans.

Bursa saham China naik tipis pada hari Rabu, dibantu oleh keuntungan dalam saham properti untuk hari kedua dan tumbuhnya harapan reformasi dalam perusahaan milik negara (BUMN).

Namun volume perdagangan di Shanghai menyusut ke level terendah dua bulan di tengah tanda-tanda bahwa investor mengalihkan fokus mereka ke emas dan obligasi.

Indeks CSI300 blue-chip China naik 0,1 persen, ke 3,193.51, sementara indeks Shanghai Composite naik 0,2 persen menjadi 2,978.46 poin.

Keprihatinan atas ekonomi China terus menghantui investor. Sebuah survei swasta menunjukkan pada hari Rabu bahwa pertumbuhan di sektor jasa melemah pada bulan Juli, dengan ekspansi yang lebih lemah dalam aktivitas mendorong perusahaan untuk melepaskan pegawai untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir.

Saham Hong Kong turun lebih dari 1% ke terendah dua pekan pada hari Rabu, mengikuti penurunan di pasar ekuitas global ditengah sentimen ekonomi serta kekhawatiran atas kesehatan bank-bank Eropa.

Indeks Hang Seng turun 1,8% menjadi 21,739.12 poin, sedangkan Indeks China Enterprises menurun 1,7% menjadi 8,978.33.

Pasar Hong Kong ditutup pada Selasa ini karena terjangan Topan Nida.

Hong Kong PMI berkontraksi untuk bulan ke-17 pada bulan Juli, ini menandakan berlanjutnya pelemahan dalam kondisi operasional secara keseluruhan di sektor swasta.

Mayoritas sektor jatuh, dengan saham energi yang merupakan salah satu kinerja terburuk pada penurunan terbaru dalam harga minyak.

HSBC turun 1,7% pada sesi pagi, tapi membalikkan penurunan berakhir di tertinggi tiga bulan

Bank terbesar di Eropa melaporkan laba inti semester pertama turun sebesar 29%, di bawah perkiraan, karena pendapatan terkena perlambatan pertumbuhan ekonomi di pasar-pasar utamanya dari Inggris dan Hong Kong.

Saham Asia merasakan penurunan tertajam dalam lima minggu, mengikuti penurunan di pasar saham global, menyusul paket stimulus yang mengecewakan dari Jepang dan minyak berada di bawah $ 40 per barel sehingga memperbaharui kekhawatiran pemulihan ekonomi global yang sedang goyah.

MSCI Asia Pacific Index kehilangan 1,8 persen, yang merupakan penurunan terbesar sejak 24 Juni, dan berada di level 134,48 pada pukul 16:00 sore waktu Hong Kong. Indeks Topix Jepang memimpin penurunan dengan jatuh 2,2 persen setelah yen menguat 1,5 persen terhadap dolar pada hari Selasa menyusul pengumuman pemerintah sebesar 4,6 triliun yen ($ 45 miliar) pengeluaran ekstra untuk tahun fiskal saat ini. risiko investor mendorong saham AS mencicipi penurunan terbesar dalam empat minggu, sementara saham Eropa juga turun dengan minyak jatuh ke level terendah dalam hampir empat bulan.

Saham Jepang menjadi salah satu pemain terburuk di pasar negara maju tahun ini imbas penguatan yen dan kekhawatiran tumbuh bahwa pelonggaran belum pernah terjadi sebelumnya dari BOJ dan program pertumbuhan abenomics masih berjuang untuk memberikan manfaat ekonomi. Harga minyak yang lebih murah yang memiliki efek flow-on pada dengan dengan indeks Bloomberg raw-materials berada pada tingkat terendah sejak awal Mei sehingga menyakiti bursa di Asia.