Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Masih Tidak Menentu | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Indeks saham Hong Kong membalikkan penurunan sebelumnya dan ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Senin, tetapi kenaikan tertutupi oleh kekhawatiran tentang pelemahan yuan dan ketidakpastian atas kenaikan suku bunga selanjutnya oleh bank sentral AS.

Yuan melemah pada Senin ini karena dolar menguat secara global, sementara indeks resmi menunjukkan bahwa itu mencapai rekor terendahnya terhadap beberapa mata uang perdagangan-tertimbang pada pekan lalu.

Indeks Hang Seng naik tipis 0,3 % ke level 22,997.91 poin, sedangkan Indeks China Enterprises sedikit berubah pada level 9,602.65.

Investor berharap petunjuk lebih lanjut tentang prospek suku bunga AS kemungkinan muncul dari Federal Reserve yang akan mengadakan pertemuan pada pekan ini di Jackson Hole, Wyoming.

Saham Jepang di Tokyo jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir, karena produsen komoditas memimpin penurunan menyusul anjloknya harga minyak mentah dan logam serta penguatan yen.

Indeks Topix Turun 0,2% Ke level 1,300,55, Nikkei 225 Turun 0,3% Ke tingkat 16,554.98 pada 09:04 di Tokyo. Penambang bahan baku dan produsen, seperti Inpex Corp dan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp, turun. Minyak membukukan penurunan terbesarnya dalam tiga pekan pada hari Senin karena kekhawatiran bahwa peningkatan ekspor Irak digabungkan kelebihan pasokan global mentah. Tembaga, logam lainnya memimpin penurunan di London. Eksportir juga turun terkait penguatan yen.

Saham-saham Hong Kong mengalami penurunan tajam dalam sepekan terakhir, terseret oleh produsen energi setelah penurunan pada harga minyak.

Indeks Hang Seng turun 0,4% pada 09:51 pagi waktu setempat, dengan CNOOC Ltd dan PetroChina Co memimpin pelemahan dengan turun 2,5% dan 1,1%, masing-masing. Anhui Conch Cement Co melonjak tajam dalam sebulan setelah membukukan laba bersih semester pertama yang mengalahkan perkiraan. Sementara di China daratan, Indeks Shanghai Composite sedikit berubah, sementara ChiNext yang merupakan Indeks perusahaan kecil melayang mendekati level terendah sepekan.

Pergerakan bursa saham Jepang terpantau melemah pada perdagangan hari ini, Selasa, sejalan dengan penurunan saham para produsen komoditas setelah minyak mentah merosot serta seiring penguatan kinerja yen Jepang. Indeks Topix pagi ini dibuka melemah 0,30% atau 3,96 poin ke level 1.299,72 dan bergerak turun 0,23% atau 2,98 poin ke 1.300,70. Pada saat yang sama, indeks Nikkei 225 juga turun 0,19% atau 32,02 poin ke level 16.566,17 setelah dibuka melemah 0,29% atau 48,37 poin di level 16.549,82.

Sebanyak 76 saham menguat, 146 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham TDK Corp. anjlok 2,83%, sementara saham Nitto Denko Corp. dan Honda Motor Co. Ltd. masing terpantau melemah 2,12% dan 2,08%. Sementara itu, nilai tukar yen Jepang pagi ini terpantau menguat 0,12% atau 0,12 poin ke 100,21 per dolar AS. Menguatnya yen diketahui dapat menekan pergerakan eksportir. Seperti dilansir Bloomberg hari ini, saham perusahaan tambang, termasuk Inpex Corp. dan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp., turun. Minyak membukukan pelemahan terbesar dalam tiga pekan kemarin di tengah kekhawatiran ekspor Irak akan melipatgandakan suplai minyak mentah global.

Berita fundamental ekonomi di hari Selasa(23/8), menunjukkan bahwa indikator sentimen bisnis Tiongkok mengalami penurunan untuk periode akhir Agustus.

Berdasarkan sebuah laporan resmi yang dirilis oleh MNI Deutsche B?rse Group menyebutkan bahwa indikator sentimen bisnis Tiongkok mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 54.3 di bulan Agustus dari 55.5 di bulan Juli.

Survei ekonom memperkirakan bahwa indikator sentimen bisnis Tiongkok akan turun menjadi 55.1 di bulan Agustus.