Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Masih Memperpanjang Penurunan | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang, Bursa saham Hong Kong berakhir di level terendahnya dalam lebih dari dua bulan pada hari Rabu, bergabung dengan aksi jual aset-aset berisiko di tengah ketidakpastian atas pemilihan presiden AS pekan depan.

Teredamnya sentimen juga melemahkan sektor keuangan besar seperti Standard Chartered mengikuti konfirmasi pemberi pinjaman dari penyelidikan di Hong Kong, dan penurunan di saham energi karena harga minyak menyentuh level terendahnya satu bulan.

Indeks acuan Hang Seng turun 1,5 persen, ke 22,810.50, sedangkan Indeks China Enterprises turun 1,9 persen, ke 9,519.87 poin.

Saham Asia turun pada Kamis ini, sementara Dolar AS melemah karena pengetatan pemilihan presiden AS melihat S & P 500 mengalami penurunan beruntun terpanjang dalam lima tahun terakhir seiring para investor beralih ke aset yang lebih aman.

Obligasi pemerintah, emas, yen dan franc Swiss semuanya mendukung, dan bahkan prospek kenaikan suku bunga di bulan Desember dari Federal Reserve tidak bisa menyelamatkan dolar.

Harga minyak tertekan setelah mencatatkan peningkatan mingguan untuk persediaan minyak mentah AS memicu kekhawatiran tentang melimpahnya pasokan global.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang .MIAPJ0000PUS turun 0,1 % pada awal perdagangan, sementara pasar Australia melemah 0,5 %.

Pasar financial Tokyo ditutup untuk liburan, yang mungkin hanya serta Nikkei N225 akan sulit ditekan oleh kenaikan yen.

Saham-saham di Hong Kong mengalami penurunan kembali setelah pembukaan di hari Kamis, memperpanjang hari sebelumnya aksi sell-off yang tajam karena para pedagang semakin khawatir tentang hasil pemilihan presiden AS pekan depan.

Indeks Hang Seng turun 0,16 persen atau 35,68 poin ke level 22,774.82.

Dan Indeks Shanghai Composite melemah 0,19 persen atau 5,96 poin, ke level 3,096.77, sedangkan Indeks Shenzhen Composite, yang melacak saham di bursa kedua China, merosot 0,24 persen atau 4,89 poin, ke level 2,055.16.

Perdagangan di bursa saham Asia sedikit membaik pada pembukaan hari ini. Kenaikan harga minyak di perdagangan Asia menjadi pendorong.

Dilansir dari laman CNBC, Kamis 3 November 2016,  indeks saham Australia ASX 200 diperdagangkan naik 0,04 persen.

Namun indeks patokan itu tetap terbebani oleh subindex energi, yang jatuh 0,67 persen, kendati penurunan tertutupi oleh subindex keuangan, yang naik 0,2 persen.

Kospi Korea Selatan naik 0,1 persen. Pasar saham Jepang ditutup perayaan libur nasional. Nikkei 225 yang terakhir ditutup pada 17.134,68.

Saham ANZ, salah satu “Big Four” bank-bank Australia, naik 1,66 persen menjadi US$27,63.

“Tema ketidakpastian pemilu AS telah membuat pasar khawatir dan sebagian saham tergelincir,” kata Anthony Darvall, Kepala Strategi Pasar EasyMarkets.

Dari bursa Wall Street dinihari tadi, Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,43 persen menjadi 17.959,64. Indeks komposit Nasdaq ditutup 0,93 persen lebih rendah menjadi 5.105,57.

Bank Sentral AS atau Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil pada 0,25-0,5 persen pada pertemuan November.

Minyak mentah berjangka AS naik 0,73 persen menjadi US$45,67 per barel di pembukaan perdagangan Asia, setelah ditutup melemah hampir tiga persen.

Minyak mentah Brent juga naik 0,75 persen menjadi US$47,23 setelah ditutup di US$46,86 pada sesi di AS.