Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Masih Fluktuatif | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Bursa Hong Kong naik pada hari Kamis dan indeks utama berakhir di level tertingginya dalam lebih dari satu tahun, dibantu oleh arus modal yang masuk dari China daratan.

Indeks Hang Seng naik 0,8 persen ke 23,162.34 poin, tertingginya sejak 19 Agustus 2015.

Indeks China Enterprises naik 0,7 persen, ke 9,606.08 poin.

Keuntungan tersebut? didukung oleh saham keuangan dengan subindex yang naik sebesar 1,5 persen.

Indeks HSBC Holdings naik 2,8 persen setelah Deutsche Bank menaikkan target harga dan bank menjadi co-bookrunner untuk hak penarikan khusus obligasi dalam mata uang di China.

Saham Jepang melemah, mengambil nafas setelah rally 3,8 persen minggu ini, menjelang rilis data pekerjaan AS dan setelah laporan manufaktur menyebabkan investor untuk menilai kembali taruhan mereka untuk kenaikan suku bunga September oleh Federal Reserve.

Saham auto dan pembuat perkakas menjadi saham yang paling membebani indeks benchmark pada pagi hari di Tokyo sementara perusahaan farmasi memberikan sokongan. Topix diperdagangkan di level 1,337.17 sementara Nikkei 225 dibuka sedikit berubah di level 16,909.95.

Manufaktur AS secara tak terduga melemah bulan lalu sehinga mengurangi ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada awal bulan ini. Indeks Institute for Supply Management turun 3,2 poin menjadi 49,4 pada bulan Agustus, yang adalah penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Laporan ini mungkin mengurangi bets pada pelemahan yen terhadap dolar, seiring pejabat Fed mengatakan keputusan untuk suku bunga yang lebih tinggi tergantung kepada data.

Laporan nonfarm payrolls AS yang dirilis hari ini diproyeksikan untuk menunjukkan gain sebesar 180.000 pekerjaan pada bulan Agustus dan dipandang sebagai kunci untuk apakah pembuat kebijakan Fed akan menaikkan suku bunga bulan ini.

Yen diperdagangkan dinlevel 103,15 per dolar. Mata uang Jepang ini turun 1,4 persen minggu ini sampai Kamis, seiring pembuat mobil dan bank menyokong keuntungan di Topix.

Di Jepang, produsen mobil terbesar di negara itu melaporkan penjualan yang lebih buruk dari perkiraan di AS Toyota Motor Corp mengatakan penjualan merosot 5 persen, jauh dari estimasi pasar untuk penurunan 0,4 persen. Honda Motor Co mengatakan penjualan kendaraan di AS turun 3,8 persen dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 1 persen.

Saham Asia berfluktuasi dalam kisaran yang tipis menyusul investor menghindari pengambilan risiko sebelum data ekonomi kunci yakni payrolls AS yang dapat memberikan petunjuk tentang jalur untuk suku bunga dalam negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

MSCI Asia Pacific Index naik kurang dari 0,1 persen ke level 138,39 pada pukul 09:11 siang waktu Tokyo, setelah jatuh kurang dari 0,1 persen. Indeks dari perusahaan Asia berada dalam mode bertahan minggu ini seiring investor mengalihkan perhatian mereka ke data payrolls AS yang akan dirilis malam ini setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan kasus untuk kenaikan suku bunga semakin kuat. Saham komoditas jatuh dengan minyak menuju penurunan mingguan terburuk dalam delapan bulan pada tanda-tanda surplus stok global.

Data manufaktur AS yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Kamis mengangkat kekhawatiran bahwa pertumbuhan merata dalam perekonomian dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih lama. Kemungkinan bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga pada bulan September telah jatuh menjadi 34 persen dari 42 persen pada akhir pekan lalu, sementara pedagang bertaruh ada kesempatan 60 persen untuk pengetatan pada bulan Desember.

Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,1 persen setelah perekonomian nasional tumbuh 0,8 persen pada kuartal kedua, dimana petumbuhan itu lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. S & P / ASX 200 Index Australia turun 0,4 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru kehilangan 0,3 persen. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan.