Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Lesu Pada Pembukaan Awal | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang, Saham-saham Hong Kong turun dalam pembukaan perdagangan, yang mengikuti penurunan di Wall Street seiring perusahaan energi jatuh di belakang penurunan tajam harga minyak.

Indeks Hang Seng turun tipis 8,63 poin ke level 22,550.06.

Indeks Shanghai Composite turun 0,12%, atau 3,67 poin, menjadi 3,167.57, sedangkan Shenzhen Composite, yang menelusuri saham di bursa kedua China tersebut, beringsut turun 0,05%, atau 1,09 poin, menjadi 1,993.06.

Saham Jepang jatuh karena penguatan yen meredupkan prospek bagi eksportir dan saham lebih rendah di luar negeri meredam permintaan untuk ekuitas dalam negri.

Eksportir dan bank-bank bwesar menyeret Topix pada Selasa ini karena yen naik 0,9% dari hari Senin seiring tergelincirnya Imbal hasil Treasury AS. Sekitar 10 saham melemah untuk setiap tujuh yang naik di Indeks Topix, setelah indeks S & P 500 dan Indeks Stoxx Europe 600 tergelincir Senin. Minyak mentah AS di bawah $ 52 per barel setelah anjlok tajam dalam lebih dari lima minggu. Pasar Jepang ditutup Senin karena hari libur nasional.

Topix turun 0.1% pada level 1,552.11 pada 09:23 pagi di Tokyo. Nikkei 225 turun 0,2% berada pada level 19,422.44

Yen tidak berubah pada 116,03 per dolar setelah menguat 0,9% hari Senin

Eksportir termasuk perodusen mobil dan produsen alat listrik merupakan beban terbesar pada Topix; Murata Manufacturing turun 3,5%, Nidec turun 1%

Sugi Holdings terkoreksi sebanyak 4,9% setelah menurunkan laba operasi setahun penuh diperkirakan 8,3% menjadi 22b yen

Takeda Pharmaceutical naik 1,3% setelah mengumumkan sepakat pembelian Ariad Farmasi sebesar $ 4.66b.

Bursa saham Tokyo yang flat pada Selasa pagi karena penguatan yen menekan eksportir, namun Toyota naik pada berita investasi sekitar $ 10 miliar di AS selama lima tahun ke depan.

Indeks acuan Nikkei 225 turun tipis 0,03%, atau 5,78 poin, menjadi 19,448.55 pada sesi istirahat, sedangkan indeks Topix dari seluruh saham-bagian naik 0,07%, atau 1,12 poin, menjadi 1,554.44.

Saham Asia melemah di tengah penurunan di antara saham perbankan dan saham energi karena harga minyak mentah mengalami penurunan dan aset haven menemukan dukungan.

Ekuitas Jepang jatuh pada hari pertama perdagangan pekan ini, mengikuti penurunan di AS di mana Indeks S&P 500 turun dari rekor tertingginya. Minyak mentah AS diperdagangkan sekitar $ 52 per barel setelah anjlok lebih dari lima pekan di tengah sentimen atas konsistensi Irak dan OPEC untuk mengurangi produksi. Yen mempertahankan rebound sering penguatan emas untuk kelima kalinya dalam enam hari terakhir, sedangkan utang Australia dan Selandia Baru meraup keuntungan Treasury pada Senin. Won Korea Selatan menguat setelah hari terburuknya sejak November. Tembaga naik.

Indeks Topix turun 0,1% pada 9:21 pagi waktu Tokyo, karena lebih dari dua kali lebih banyak saham turun karena meningkatnyadenominasi dolarpada Indeks MSCI Asia Pacific.

Indeks S&P / ASX 200 Australia turun 0,7% karena saham finansial dan energi tergelincir setidaknya 1%, sedangkan indeks Kospi di Seoul turun 0,2%.

Kontrak pada indeks di China daratan dan Hong Kong turun setidaknya 0,1% dalam perdagangan terakhir.

Saham Hong Kong bergerak lebih tinggi pada hari Senin, dipimpin oleh utilitas dan sektor jasa, tetapi keuntungan yang dibatasi oleh tekanan yang meningkat dari profit taking setelah mengalami rally selama dua minggu terakhir.

Indeks acuan Hang Seng naik untuk hari ketiga berturut-turut, naik 0,3 persen ke level 22,558.69 poin, setelah pekan lalu mengalami kenaikan mingguan tertinggi dalam tiga bulan.

Indeks Hong Kong China Enterprises turun 0,1 persen pada Senin ini, ke level 9,602.32 poin.

Analis mengatakan pasar tetap mencermati pada mata uang AS yang memperpanjang keuntungan dari sesi sebelumnya pada hari Senin, setelah data menunjukkan upah AS rebound, menuju momentum pasar tenaga kerja yang berkelanjutan dan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS lebih lanjut.