Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

SAHAM ASIA MEMANAS | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,?Sebuah reli yang dimulai di ekuitas yang terdaftar di Hong Kong menyebar ke pasar China daratan ?sebesar $ 6.3 triliun, di mana Indeks acuan Shanghai baru saja mencatatkan kenaikan terbaik dua harinya sejak Maret dan indeks Shenzhen Composite berada pada hampir tiga minggu tertingginya. Volume perdagangan melonjak pada Senin di tengah kenaikan luas yang memeperlihatkan kenaikan 90 saham untuk setiap saham yang jatuh.

Indeks Hang Seng China Enterprises naik 1,6 persen pada hari Senin ke level tertingginya tahun ini. Indeks telah menguat 8,4 persen bulan ini, kinerja terbaik di antara 94 indeks global yang diikuti oleh Bloomberg, sedangkan indeks Bloomberg China-US Equity melonjak 8,3 persen dan indeks Shanghai telah meningkat 4,9 persen. Indeks MSCI All-Country World naik 1,2 persen.

Indeks Shanghai Composite sedikit berubah pada 09:52 pagi di hari Selasa ini setelah naik sebanyak 0,5 persen, dengan volume perdagangan 77 persen di atas rata-rata 30-harinya untuk hari ini. Indeks Hang Seng China Enterprises menguat 0,1 persen.

Saham Jepang diperdagangkan dalam kisaran ketat di tengah tenangnya kegiatan, karena perusahaan minyak memimpin kenaikan menyusul lonjakan harga minyak mentah sementara saham yang disebut saham defensif melemah.

Topix turun kurang dari 0,1 persen ke 1,315.94 pada istirahat perdagangan di Tokyo, dengan volume 36 persen di bawah rata-rata 30-hari intradaynya. Indeks diperdagangkan antara keuntungan dan kerugian dari sebanyak 0,2 persen. 20-hari korelasi dengan yen merosot ke level terendahnya tahun ini, yang berarti ekuitas dan mata uang bergerak lebih mandiri dari satu sama lain. Nikkei 225 turun 0,3 persen, sedangkan indeks yang mengikuti volatilitas jatuh ke dekat level terendahnya sejak Agustus.

Pasar saham Asia jatuh pada hari Selasa dengan investor khawatir atas prospek pertumbuhan regional dan Reserve Bank of Australia merilis risalah pertemuan terbarunya yang mencatat ketidakpastian atas perkiraan.

Nikkei 225 berkurang 0,25%, sedangkan Komposit Shanghai mereda 0,33%.

S&P/ASX 200 turun 0,31% karena investor mempertimbangkan implikasi dari risalah bank sentral bulan Agustus yang menyorot ketidakpastian “luas” atas perkiraan inflasi di Australia yang membuat pengaturan trek perkiraan suku bunga menjadi sulit.

Semalam, pasar saham AS melonjak ke rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, dengan sektor bahan meningkat tajam dan minyak mentah berjangka melonjak ke level tertinggi dalam tiga minggu mengikuti pergerakan pasar setelah komentar dari menteri energi Rusia.

Sebelumnya pada hari Senin, WTI dan minyak mentah Brent keduanya naik hampir 3% setelah menteri energi Rusia Alexander Novak menyarankan bahwa negaranya bisa terbuka dalam melakukan diskusi dengan produsen utama dari OPEC untuk beberapa minggu mendatang dalam upaya menstabilkan rendahnya harga minyak yang terus-menerus terjadi pada pasar global. Pekan lalu, Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih memicu reli di minyak mentah berjangka dengan komentar optimis bahwa produsen dari Timur Tengah bisa mengadakan pembicaraan resmi di sela-sela pertemuan puncak bulan depan di Aljazair.

Dow Jones Industrial Average naik 59,58 atau 0,32% ke 18,636.05, sedangkanIndeks Komposit NASDAQ bertambah 29,12 atau 0,56% ke 5,262.02, masing-masing memperpanjang kenaikan tertinggi tujuh minggu saat ini. Indeks Komposit S&P 500, sementara itu, melompat 6,10 atau 0,28% ke 2,190.15, delapan dari 10 sektor ditutup di zona hijau. Saham dalam industri Bahan Dasar, Energi dan Keuangan memimpin, masing-masing naik lebih dari 0,5% pada sesi itu. Saham di sektor defensif seperti Utilitas dan Telekomunikasi memimpin pada hari Senin, semuanya ditutup lebih rendah untuk sesi tersebut.