Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Jatuh Jelang Laporan Laba | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang, Saham Jepang berfluktuasi terkait sektor perbankan yang membebani Indeks ekuitas acuan, sementara pembuat produk kimia- naik karena investor mengalihkan perhatian mereka ke neraca perusahaan seiring musim laporan yang masuk ke ayunan penuh.

Indeks Topix turun 0,1 persen pada 09:11 pagi di Tokyo, setelah diperdagangkan di kisaran sempit yang memperlihatkan gain sebesar 0,1 persen. Tentang jumlah yang sama pada saham naik maupun jatuh. Investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan untuk mengukur kesehatan Jepang Inc, dengan lebih dari 350 perusahaan di Topix yang bersiap untuk menyerahkan laporannya minggu ini, termasuk pembuat presisi-motor Nidec Corp pada hari Senin. Yen melemah menyusul komentar hawkish dari The Fed Bank of San Francisco.

Saham Asia pangkas kinerja mingguan terbaik mereka dalam satu bulan, dipimpin turun oleh sektor pengembang dan perbankan, karena investor bersiap untuk pekan laporan laba yang sibuk di seluruh Jepang, China dan AS

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1 persen ke 139,56 pada 09:07 pagi di Tokyo. Indeks tersebut naik 1,1 persen pekan lalu karena data yang menunjukkan bawha pertumbuhan ekonomi China stabil sementara investor menimbang prospek peningkatan suku bunga The Fed. Lebih dari 350 perusahaan pada indeks Topix Jepang dijadwalkan untuk memberikan update kuartalan minggu ini seiring analis yang memproyeksikan pertumbuhan laba. Di Hong Kong, laporan pendapatan utama termasuk mereka yang berasal dari Industrial & Commercial Bank of China Ltd, pemberi pinjaman terbesar di dunia menurut asetnya, pada akhir minggu.

Penurunan ekspor yang lebih rendah dari perkiraan membuat neraca perdagangan Jepang kembali surplus di bulan September. Ekspor Jepang telah menurun dalam 12 bulan beruntun.

Kementerian Keuangan Jepang melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar ¥498,3 milyar, setelah mengalami defisit ¥18,7 milyar. Surplus tersebut lebih besar dari perkiraan ekonom ¥341,8 milyar. Setelah mengalami penyesuaian, surplus tercatat sebesar ¥349 milyar.

Ekspor Jepang turun sebesar 6,9% dari September 2015, setelag menurun 9,6% di bulan Agustus. Para ekonom sebelumnya memperkirakan ekspor akan turun sebesar 10,4%. Sementara impor turun 16,3%, setelah turun 17,3% di bulan Agustus.

Kinerja ekspor Jepang yang kurang bagus terjadi akibat lemahnya perekonomian global baik negara maju maupun negara berkembang. Penguatan yen juga turut menekan ekspor negara dengan perekonomian terbesar ke-tiga di dunia tersebut.