Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Berlanjut Reli Dan Berangsur Mengalami Peningkatan

rifan financindo

Rifan Financindo – Semarang,?Indeks Hang Seng acuan Hong Kong membukukan kenaikan tajam dalam tiga pekan pada hari Jumat, mengikuti reli di pasar Asia setelah Bank of England meluncurkan paket stimulus moneter lebih besar dari perkiraan.

Kedua indeks Hang Seng dan Indeks China Enterprises naik 1,4%, ke level 22,146.09 dan 9,131.52 poin, masing-masing.

Untuk pekan ini, HSI naik 1,2%, sementara HSCE naik 1,9%. Semua sektor utama naik pada hari Jumat.

Saham properti mencatat gain terbesar, dibantu oleh berita bahwa China Evergrande Grup telah membeli hampir 5% saham pengembang saingannya China Vanke Co Ltd.

Evergrande melonjak 5%, sementara Vanke naik 1,5% di Hong Kong.

Saham Hong Kong diperdagangkan HSBC Holdings Plc terus meningkat, mencatat tertinggi enam bulan, rebound didorong oleh perusahaan pemberi pinjaman mengumumkan pada hari Rabu bahwa akan membeli kembali sahamnya sebesar $ 2,5 miliar di paruh kedua 2016.

Saham Asia naik untuk hari kedua, memangkas penurunan mingguan, setelah Bank of England melonggarkan kebijakan dan investor menunggu data pekerjaan AS hari ini untuk petunjuk pada kemungkinan lintasan suku bunga Amerika.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,7 persen ke level 136,27 padan pukul 16:00 sore waktu Hong Kong, memangkas penurunan sejak 29 Juli untuk pekan ini menjadi 0,1 persen setelah tiga minggu keuntungan. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,5 persen pada taruhan People?s Bank of China akan menyuntikkan stimulus lebih ke dalam perekonomian di negara itu, sementara indeks Topix Jepang turun 0,2 persen setelah naik turun selama seharian.

Ekuitas Asia meraih kenaikan terbesar sejak Maret bulan lalu di tengah ekspektasi negara maju akan menambah stimulus untuk mengatasi ancaman terhadap pertumbuhan global dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Mereka telah berjuang untuk mempertahankan keuntungan mereka pekan ini setelah paket dukungan Jepang mengecewakan banyak investor. BOE meluncurkan belanja tambahan yang bertujuan meredam dampak dari Brexit dengan memotong suku bunga ke rekor rendah pada hari Kamis.

Menutup perdagangan akhir pekan ini, Jumat (5/8/2016), pergerakan bursa saham China terpantau mixed di tengah kekhawatiran akan perekonomian serta tindakan tegas pihak regulator terhadap produk wealth management yang terus membuat investor mengambil sikap wait and see.

Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,19% atau 5,73 poin ke level 2.976,70, setelah dibuka turun 0,12% atau 3,65 poin di posisi 2.978,78.

Dari 1.151 saham yang terdaftar pada indeks Shanghai Composite, 325 di antaranya menguat, 706 melemah, sedangkan 120 saham bergerak stagnan.

Saham Zhengzhou Yutong Bus Co. Ltd. anjlok 5,64%, diikuti oleh saham CRRC Corp. Ltd. yang melorot 1,33%, dan Air China Ltd. yang dorp 2,44%.

Seperti dilansir Reuters hari ini, perolehan pendapatan telah menipis akhir-akhir ini di saat pihak regulator memperketat pengawasannya terhadap perdagangan spekulatif.

Sementara itu, minat terhadap aset berisiko telah dibatasi oleh beberapa tanda pemulihan ekonomi serta pertanyaan akan luasnya stimulus lanjutan.

Di sisi lain, pergerakan indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechips ditutup menguat 0,12% atau 3,82 poin ke level 3.205,11, setelah dibuka dengan pergerakan nyaris stagnan di posisi 3.201,35.

Saham perusahaan real estate Vanke melonjak 6,5% di Shenzhen pasca pengumuman bahwa rivalnya China Evergrande Group telah membeli hampir 5% porsi sahamnya.

Berita ini telah menggerakkan minat terhadap saham real estate pada perdagangan hari ini dengan kenaikan hampir 3%.