Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham Asia Memerah

rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Semarang,?Bursa saham Asia bergerak beragam pada hari Jumat dengan investor menunggu kabar dari bank sentral Jepang tentang ruang lingkup pelonggaran lebih lanjut.

Nikkei 225 naik 0,24% menjelang peninjauan kebijakan terbaru oleh Bank of Japan, sedangkan S&P/ASX naik tipis 0,04%.

Di China, saham-saham jatuh bahkan sebagian analis mengatakan proposal regulator perbankan China untuk membatasi investasi di ekuitas melalui produk manajemen kekayaan akan memiliki efek terbatas pada uang yang mengalir ke bursa saham.

Indeks Komposit Shanghai mereda 0,14%, sedangkan Indeks Hang Seng Hong Kongterakhir turun 0,52%.

Semalam, bursa saham AS relatif datar, dalam perdaganganyang ketat; masih di dalam range, diakibatkan laporan kuartal yang mengecewakan dari Ford Motor Company (NYSE:NYSE:F) dan dilanjutkan penurunan harga minyak mengimbangi momentum dari kuatnya hasil di sektor teknologi pada hari tersibuk musim laba kuartal kedua itu.

Dow Jones Industrial Average turun 15,82 atau 0,09% ke 18,456.35, ditutup lebih rendah untuk sesi keempat berturut-turut dan kelima kalinya dalam enam hari perdagangan terakhir. Meskipun dalam aksi jual baru-baru ini Dow masih kurang dari 1% di minggu lalu dari rekor tertinggi 18,622.01 untuk menyelesaikan reli sembilan hari pasca Brexit. Pada sesi-terendah, Dow jatuh sebesar 103 poin.

Indeks Komposit NASDAQ memperoleh 15,17 atau 0,30% ke 5,154.98, sedangkan Indeks Komposit S&P 500 bertambah 13,48 atau 0,16% ke 2,170.06. Didukung oleh laba bintang di antara sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar, NASDAQ tetap berada pada laju kecepatan positif, minggu kelima berturut-turut.

Pada S&P 500, tujuh dari 10 sektor ditutup di zona hijau. Saham di sektor Layanan Konsumen, Teknologi dan industri keuangan memimpin. Saham di sektor Telekomunikasi, Energi dan Industri tertinggal, semua ditutup di wilayah negatif untuk sesi tersebut.

Penantian para pelaku pasar mengenai kebijakan bank sentral Jepang akhirnya berakhir. Hari ini (29/7), Bank of Japan memutuskan untuk meningkatkan nilai pembelian exchange traded funds (ETF). Dalam keterangan resminya, bank sentral Jepang mengatakan mendongkrak nilai pembelian ETF menjadi 6 triliun yen atau US$ 56,7 miliar per tahunnya dari sebelumnya 3,3 triliun yen.

Namun, di luar dugaan, BOJ menahan suku bunga acuannya di level negatif 0,1%. Padahal, tekanan agar pemerintahan Shinzo Abe meluncurkan program stimulus yang agresif sangat gencar terdengar beberapa waktu terakhir. BOJ menguraikan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi keputusan mereka pada hari ini. Beberapa di antaranya yakni hasil voting Brexit dan pasar global yang volatil.

?Seiring dengan hasil voting referendum Inggris yang memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dan perlambatan negara-negara emerging, ketidakpastian di pasar global semakin meningkat dan membuat pasar finansial global volatil,? jelas BOJ. Pasar finansial bereaksi negatif atas keputusan BOJ. Indeks Nikkei 225 Stock Average langsung tertekan, yen menguat, dan yield obligasi Jepang langsung mendaki ke posisi tertingginya dalam sebulan terakhir.

Saham Tokyo turun menytusul penguatan yen sebelum keputusan Bank of Japan pada penambahan stimulus, dengan pembuat mobil menyeret indeks ekuitas acuan ke level yang lebih rendah.

Indeks Topix kehilangan 0,4 persen ke level 1,301.98 pada istirahat perdagangan di Tokyo hari ini setelah naik sebanyak 0,2 persen. Nikkei 225 Stock Average merosot 0,4 persen. Yen melonjak 1,2 persen ke level 104,05 per dolar. BOJ membuat keputusan pada kebijakan moneter hari ini yang mana keputusan ini merupakan salah satu pengumuman yang paling sangat diantisipasi dalam beberapa bulan terakhir.

Setiap keputusan cenderung akan menggerakkan pasar, dengan pertanyaan besar menjadi apakah Gubernur Haruhiko Kuroda akan memilih untuk melakukan stimulus lebih atau jutsru mengecewakan pasar. Mayoritas ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan bank sentral untuk menambah program pelonggaran rekor nya.

Laporan dari Kyodo News pada hari Rabu mengutip komentar Abe yang mengatakan bahwa paket stimulus lebih dari 28 triliun yen ($ 267 miliar) akan dikompilasi minggu depan. Pada hari yang sama, sebuah laporan surat kabar Nikkei pada pelonggaran moneter mengatakan bahwa pejabat BOJ sedang mempertimbangkan memangkas suku bunga lebih lanjut ke wilayah negatif, menambah pembelian obligasi pemerintah melebihi 80 triliun ? per tahun dan meningkatkan pembelian aset lainnya seperti dana yang diperdagangkan di bursa.