Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham AS Sempat Flat Dan Dibuka Menurun | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo berjangka

P T RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang, Saham AS dibuka flat pasca GDP kuartal keempat direvisi lebih tinggi, ini tanda bahwa pertumbuhan ekonomi AS lebih cepat dari harapan beberapa ekonom.

Indeks S&P 500, -0,01% turun satu poin ke level 2.360, sementara Dow Jones Industrial Average, +0,01% kehilangan 2,5 poin di 20.657. Indeks Nasdaq Composite, + 0,03% turun satu poin di level 5897, di jalur untuk penurunan harian pertama dalam sepekan terakhir.

Saham Lululemon Athletica Inc merosot setelah beberapa analis memangkas target harganya untuk saham peritel. Saham Cenovus Energy Inc, -10,55% anjlok setelah ConocoPhillips mengatakan akan menjual saham mayoritas aset minyak pasir di Kanada kepada perusahaan.

Saham Apple Inc. + 0,01% setelah diselesaikan pada rekor tertinggi pada Rabu untuk hari kedua secara beruntun.

Bursa AS memperpanjang kenaikan keenam kuartal berturut-turut, dolar menguat dan obligasi jatuh seiring pejabat bank sentral di Eropa dan AS mengisyaratkan kebijakan yang berbeda. Sementara harga minyak mencapai level $ 50 per barel di New York.

Indeks S & P 500 naik 0,3 persen ke level 2,367.07 pada pukul 13:31 siang waktu New York, ke level tertinggi sejak 20 Maret lalu. Indeks acuan bergerak mendatar selama bulan Maret dan melonjak 5,7 persen pada kuartal ini.

Saham keuangan meraup keuntungan dalam Indeks S & P 500, mendorong indeks acuan untuk memimpin kenaikan kuartalan pada ekuitas Amerika lebih dari 5 persen. Greenback naik terkait pembicara The Fed yang disarankan untuk menaikan suku bunga lebih cepat dari antisipasi pasar saat ini, sedangkan euro melemah dan obligasi pemerintah inti Eropa menguat karena investor mengkaji prospek ECB dengan pelonggaran kebijakan moneter. Imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun meningkat di atas 2,40 persen.

Sementara pejabat bank sentral Eropa berharap para pembuat kebijakan yang berencana untuk menarik dukungan di sektor keuangan, pejabat Fed bergeser ke nada yang lebih hawkish, karena dunia ekonomi terbesar berlangsung menuju target inflasi sebesar 2 persen. Investor tetap fokus pada Washington, di mana Partai Republik mengisyaratkan mereka mungkin kembali reformasi terhadap RUU perawatan kesehatan, meningkatkan kekhawatiran bahwa upaya pemotongan pajak dapat dikesampingkan. (